Beberapa Nama Muncul Dalam Kasus Korupsi RSUD Cibabat

Bandung, Indofakta Online

Kejati Jawa Barat hingga saat ini masih terus memeriksa kasus korupsi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi. Kasus dengan modus pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Laboratorium dan Penunjang Layanan Kesehatan (PLK) dengan anggaran nilai Rp. 9.000.000.000,- ( Sembilan miliar rupiah) pada tahun 2011 diduga digelembungkan oleh mantan Direktur RSUD Cibabat dr Endang Kesuma Wardhani  selaku  Penanggung jawab Anggaran (PA) bersama jajarannya serta Rekanan yang memenangkan pengadaan tersebut bersama para Distributor barang.

 

Dari informasi yang dihimpun Indofakta Online di lapangan bahwa Mark up terjadi hampir pada semua barang Alkes Laboratorium dan PLK yang berjumlah 12 item. Hal ini tidak terlepas dari peran jajaran dari mulai Panitia sampai PA. Panitia yang menunjuk PT. Enseval Putra Megatrading, Tbk dengan alasan bahwa rekanan tersebut menawar  dengan harga terendah yaitu Rp. 8.304.300.100,-. Namun harga tersebut sudah di mark up sedemikian rupa dimana antara PA dengan Rekanan terjalin kerjasama yang apik. Bahkan diduga bahwa sejak pengajuan proposal sampai dengan pelaksanaan pengadaan, peran rekanan/distributor  sangat signifikan. Pelaksanaan lelang dilakukan dengan menggunakan sistem non E-Procurement (manual) sehingga diduga sangat mudah mengatur seluruh proses administrasi pengadaan Alkes tersebut

                                  

Hingga saat ini Kejati Jabar baru menentukan seorang tersangka yakni dr Endang Kesuma Wardhani. Namun demikian dari jajarannya diduga tidak terlepas dari peran dan  tanggungjawab dr Triniyanti Edyaningsih, MAB selaku PPK, Jajang Effendi, S.Sos selaku PPK, Wiwin Nurwina, SKM selaku PPTK, Ahmad Saputra selaku Bendahara Pengeluaran, Suherman, Endah, Yanyan Yanwar, Tulus Ihwan dan Reni (kelimanya selaku Pemeriksa Barang. Selain itu dari pihak Panitia masih ada nama-nama Ade Kuspardi selaku Ketua, Fiki Aristia H selaku Sekretaris, Dadan Hidayat selaku Anggota, Vina Septi S selaku Anggota dan Mira Nurmeita selaku Anggota.

 

Sementara itu dari Rekanan adalah WidodoHadi Priyanto (PT. Enseval PM, Tbk),    Dari pihak pendukungnya antara lain: PT. Behrindo Nusaperkasa, untuk barang; Elektrolyte Analyzer, Elisa Analyzer, PT. Sigma Dimed, untuk barang : Blood Bank Refrigerator, PT. Fajar Mas Murni untuk barang : Microscope Binoculer, PT. Frismed Hoslab Indonesia untuk barang Refrigerator Centrafuse dan Crossmatch Gel Test, PT. Cakra Medika Utama untuk barang Hba-IC/Serology Imudology, PT. Rajawali Medika Mandiri :untuk barang : Panoramic Chepalometri, PT. Surya Bali Makmur untuk barang : USG4, PT. Prima Alkesindo Nusantara untuk barang : Centrifuse Digital atau Micro Centryfuse, PT. Mensa Binasukses untuk barang Syringe Pump Infusion Pump. Pihak Kejati Jabar masih terus menggarap kasus tersebut secara intensif untuk menentukan siapa saja yang akan jadi tersangka bersama dr Endang hingga bisa dilimpahkan ke Pengadilan. (Y CHS)

 

 

 

 

 

 

Berita Sebelumnya







info prakiraan cuaca|sumber: http://bmkg.go.id/hp/cuacan2.html



ALPAMART