Dugaan Kasus Korupsi 60 Milyar Tangkap Dan Periksa Bupati Nias Selatan

Nias Selatan, Indofakta Online

Sekira ratusan aksi demo dari Koalisi Mahasiswa Indonesia Raya(KMIR) Sumatera Utara (DPK FKI-1 Nisel, Fordemnisel, Barani, KMN) Bersama organisasi Pemuda Pancasila (PP) Berunjukrasa di Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (KEJATISU) Rabu(15/5) yang lalu, meminta kepada Kejatisu supaya menangkap dan memeriksa Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi terkait dugaan kasus korupsi 60 M serta keluarga dan kroni-kroni nya.

Dalam orasinya yang disampaikan, bahwa Bupati Nias Selatan yang diduga kuat melakukan korupsi dalam kegiatan/proyek pengadaan tanah keperluan pemerintah Daerah, Untuk pengadaan lahan pembangunan Balai Benih Induk (BBI) di desa Bawonifaoso Kecamatan Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan sebesar Rp.11.334.376.500,-M. bersumber dari dana APBD/P-APBD Nias Selatan Tahun Anggaran 2012.

Selain itu, Pengadaan Tanah untuk Keperluan Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di jalan Saonigeho Km,3,3 Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan sebesar Rp.15.000.000.000,-M.Dan pengadaan tanah untuk keperluan Kantor Pemerintahan Kabupaten Nias Selatan sebesar Rp.21.000.000.000,-M, bersumber dari Dana APBD/P-APBD Nias Selatan Tahun Anggaran 2012. Yang mana tanah-tanah tersebut dibeli Pemda Nias  kepada adik kandung Bupati Nias Selatan  atas Nama Firman Adil Dachi, dan Tanah-tanah tersebut di beli oleh adik Bupati Nias Selatan dari masyarakat dengan harga yang sangat murah dan tidak wajar, kemudian di jual ke Pemda Nias Selatan dengan harga yang tinggi dan tidak sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) serta harga pasar.

Bukan itu saja, Demikian juga dalam proyek Pembangunan Fondasi Tiang Pancang Gedung Istana Rakyat Pemerintah Daerah Nias Selatan yang berada di jalan Saonigeho km3,3 Kecamatan Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan Sebesar Rp.7.780.000.000,-M. Anggaranya belum disahkan oleh DPRD Nias Selatan dan terindikasi adanya kolusi dan korupsi dengan keluarga  Bupati NISEL dan kroninya dalam pelaksanan proyek tersebut.

Ada lagi Penyalahgunaan Dana Bencana Alam MAZO pada tahun anggaran 2011 sebesar Rp.5 M, Dimana baru satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Sementara Bupati NISEL dan oknum lain yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana tersebut bebas berkeliaran (Belum di Tahan). Dalam orasinya disampaikan Kordinator lapangan (KORLAP) Krisman Farasi bahwa Bupati Nias Selatan IDEALISMAN DACHI mengatakan saya tidak pernah ditangkap kejatisu dan Saya tidak takut sama Kejatisu.

Krisman Farasi sebagai kordinator lapangan (KORLAP) meminta Kepala KEJATISU atau ASPIDSUS untuk langsung menanggapi aksi demo tersebut, karna kami tidak mau janji tinggal janji dan kami tidak mau di wakili, kalau diwakili kami  akan bertindak masuk ke dalam (Gedung Kejatisu) kata KORLAP. Ada berapa menit kemudian ASPIDSUS, YUSPAR SH MH datang untuk menanggapi aksi demo tersebut, tetapi kedatangan YUSPAR untuk menanggapi aksi demo terjadi kericuhan ,karena pendemo tidak terima apa yang dikatakan YUSPAR, dan terjadi  tolak menolak pihak kepolisian dengan para pendemo.

Setelah terjadi kericuhan, Waka Kejatisu yang sekarang menjabat sebagai Plt Kepala KEJATISU  MANGIHUT SINAGA SH langsung menaggapi aksi demo tersebut, mengatakan besok pagi (16/5) kasus Bupati Nias Selatan mau dibawa ke KEJAGUNG.kami bekerja secara professional untuk kasus ini, kami periksa tanpa terkecuali ini pernyataan resmi dari kami sebagai Penegak Hukum ujar Plt. Kepala Kejatisu MANGIHUT SINAGA SH MH.

Koalisi Mahasiswa Indonesia Raya (KMIR) Mengatakan Oknum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Asisten Pidana Khusus (ASPIDSUS) YUSPAR,SH MH,Terkesan lambat mengusut kasus-kasus tersebut, bahkan tanpa rasa malu oknum tersebut disinyalir sering melakukan pertemuan dengan para koruptor di Hotel Berbintang dan berbagai tempat lainnya. Saksi Bencana Mazo dinisel, didalam persidangan Terdakwa ATM, terkait dugaan korupsi dana bencana Alam MAZO di Nisel, yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Medan Rabu 15/5, yang di ketuai Majelis Hakim Muhammad, SH Dan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Polim Siregar SH, Yang dihadirkan sebagai saksi kasus bencana alam MAZO di Nisel, Delis Ndruru Seorang Wartawan Kompass   Indonesia News di Kabupaten Nias selatan.

Sebelum sidang dimulai terlebih dahulu saksi diambil sumpah sesuai kepercayaan Agama yang di anut, Saksi menceritakan dengan akal yang sehat dan pikiran yang sehat, apa yang saya lihat bahwa di Kecamatan Mazo, Desa Ulumazo Terjadinya Bencana Alam, adanya korban jiwa sebanyak 4 Orang tertimbun longsor 1 hannyut di jembatan akibat Bencana tersebut.

Tanggal 30 Nov 2011 rumah warga rusak total dan satu jembatan roboh, pada tanggal 02 Desember 2011 Delis Ndruru datang kelokasi meliput kejadian tersebut dari pagi sampai sore hari. sekitar jam 16:00 petang Bupati Nisel Idealisman Dachi bersama kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dan beberapa rombongan Bupati , menegaskan Idealisman Dachi mengatakan bahwa kita memakai dana cadangan  APBD 2011 Sebesar Rp.5M Untuk membangun jembatan darurat dan dalam tempoh enam bulan jembatan yang roboh permanen kembali dan juga rumah warga permanen kembali Satu unit .

Tapi hingga saat ini belum ada pembangunan jembatan dan juga rumah warga bahkan jembatan darurat terbuat dari batang kelapa yang di kerjakan anggota Polres Nisel dan Dandim Gunung Sitoli sudah hannyut kembali, Sehingga akibat kebijakan Pemkab Nisel maka masyarakat Mazo menyeberangi sungai tersebut disaat hujan (Banjir)  Anak Sekolah tidak bisa mengikuti proses belajar di Sekolah

            Sesudah sidang selesai, Beberapa wartawan di Pengadilan Negeri Medan mengkofirmasi Saksi Delis Ndruru dia mengatakan saya pun wartawan juga Bang di Nisel, di Nisel bang banyak pejabat-pejabat yang korupsi, walaupun propesi saya sebagai wartawan Bang, saya tidak suka melihat pejabat- pejabat yang korupsi, apa lagi seperti Bencana Alam di MAZO ini, Apakah Bupati NISEL tidak mempunyai pri kemanusiaan........? sampai APBD dinikmati untuk kepentingannya sendiri, sementara bantuan APBD tersebut adalah untuk bantuan bencana Alam yang sampai memakan korban, Makanya Bang saya berani sebagai saksi  di persidangan karena saya tau jelas kejadian itu ujar Delis Ndruru dengan hati sedih.   

Meminta Kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (KEJATISU) segera tetapkan Bupati Nisel Sebagai tersangka dalam kasus bencana  alam Mazo Yang terindikasi kuat terlibat dalam dugaan korupsi Rp.5 M Dalam kasus Bencana Alam tersebut (tim)

Berita Sebelumnya







info prakiraan cuaca|sumber: http://bmkg.go.id/hp/cuacan2.html



ALPAMART