LSM-GEMPITA SUMUT : “BUPATI NISEL PEMBOHONG BESAR !!!

Medan Indofakta Online

Akhirnya Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi yang sempat dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejatisu,pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2013 tepat jam 13.30 Wib hadir memenuhi panggilan pihak Kejatisu dengan mengendarai mobil mewah Alphard warna hitam BK 1059 W.

Terlihat Bupati Nisel langsung memasuki ruangan Aspidsus Kejatisu.Setengah jam kemudian,sang Bupati keluar dari ruangan Aspidsus dan menuju ruangan penyidik Kejatisu. Disaat keluar dari ruangan Aspidsus,serta merta para awak media baik cetak maupun elektronik langsung mengerubuti sang Bupati untuk melakukan konfirmasi terkait pemanggilannya di Kejatisu. Namun sebelum memberikan komentar,sang Bupati yang gagah dan ganteng tersebut dengan gayanya yang khas meminta para awak media yang ada untuk memfoto dirinya dan selanjutnya saat di depan ruangan penyidik,beliau mengatakan akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada media atas keterangan yang akan ditanyakan penyidik kepadanya.

Sekitar jam 15.00 Wib,sang Bupati tampak keluar dari ruangan penyidik. Spontan para wartawan yang sedang duduk-duduk,berhamburan mendekati sang Bupati untuk menanyakan apa hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejatisu terhadapnya.

Ketika salah satu wartawan menanyakan kapasitas Bupati sebagai apa datang di Kejatisu, dengan enteng dan seperti tanpa beban beliau menjawab:”saya dipanggil kemari hanya untuk memberi keterangan terkait kasus bencana alam  Mazo..” Ketika dicecar wartawan lagi dengan pertanyaan apakah sebagai saksi   atau tersangka,beliau tetap menjawab bahwa ia hanya diminta memberi keterangan. Kemudian ditanya lagi berapa pertanyaan yang disampaikan penyidik kepadanya,sang Bupati menjawab ada sekitar 6 pertanyaan. Selanjutnya ditanya apakah masih ada pemeriksaan lanjutan? Beliau menjawab “ Ada, setelah ini saya akan kembali dimintai keterangan oleh jaksa penyidik R.Damanik”. Kemudian ditanya lagi oleh wartawan,siapakah yang mengeluarkan SK Tanggap Darurat tersebut pak Bupati? Dengan tegas Bupati menjawab:”Saya yang mengeluarkan SK tersebut..,tetapi banyak pihak telah salah persepsi dengan SK yang saya keluarkan, karena yang saya keluarkan itu adalah SK Tanggap Darurat untuk Kabupaten Nias Selatan,bukan khusus Mazo,karena saya adalah Bupati Nias Selatan,bukan Bupati Mazo”kelakar Bupati sambil mengumbar senyum khasnya.

Selanjutnya disela-sela pemeriksaan lanjutan,beberapa awak media cetak mendatangi Sekprov LSM-GEMPITA Sumut yang juga mantan Sekprov FKI-1 Sumut Syaifuddin Lbs SE yang dari pagi telah datang di Kejatisu untuk memantau dan melihat langsung proses pemeriksaan Bupati Nisel. Ditanyakan kepadanya,apakah keterangan yang disampaikan Bupati Nisel tadi di depan banyak media sudah benar dan sesuai dengan fakta yang ada? Sekprov LSM-GEMPITA Sumut dengan sedikit tersenyum menjawab : “Sepengetahuan kami dan sesuai dengan copy data yang ada pada kami,bahwasanya ada keterangan yang disampaikan Bupati NIsel tadi mengandung pembohongan publik,yakni masalah terbitnya SK Tanggap Darurat. Karena sesuai dengan data yang ada  sama kami,bahwa SK Tanggap Darurat tersebut bukan untuk Kabupaten Nias  Selatan yang terdiri dari 7 Kecamatan,tetapi khusus Kecamatan Mazo.Apalagi hal ini sudah terungkap dan disampaikan dalam fakta persidangan ketika sdr.Delis Ndruru memberikan keterangan sebagai saksi pada tanggal 15 Mei 2013 di Pengadilan Tipikor Medan.Jadi untuk apalagi Bupati membuat statement seperti itu,kecuali bagi teman-teman yang tidak mengikuti kasus ini dari awal,ya iyalah….pasti manggut-manggut aja…”tegas bung Lubis. Sekarang tinggal kepiawaian dan keberanian penyidik untuk mendudukkan kasus ini ke dalam bingkai hukum yang sebenarnya,tanpa ada intervensi dari pihak manapun,pasti kita yang awam akan hukum bisa memprediksi apa hasilnya,lanjut bung Lubis. Kita tidak ingin pihak penyidik Kejatisu membuang energi lebih banyak lagi,kalau toh hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat,khususnya masyarakat Nisel,pungkas Lubis.

Terpisah,Sekretaris HIPSI Kepulauan Nias Delis Ndruru lebih tegas lagi menyampaikan kepada wartawan: “Saya minta pihak Kejatisu untuk tidak segan-segan dan takut-takut untuk segera menetapkan Bupati Nisel sebagai tersangka dalam kasus bencana Mazo,apalagi beliau telah nyata membuat pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta di depan banyak media seperti apa yang disampaikan Sekprov LSM-GEMPITA Sumut,untuk itu kita tidak mau menunggu berlama-lama lagi agar penyidik Kejatisu bisa memberikan satu keputusan yang objektip sesuai dengan fakta hukum yang ada,agar seluruh masyarakat Nisel tau siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus ini,Tangkap dan tahan Bupati Nisel…karena diduga dia adalah aktor intelektual dibalik semua kejadian ini…” tegas ndruru lagi.

Akhirnya pada pukul 18.45 Wib,atau lebih kurang 5 jam,selesai juga pemeriksaan terhadap Bupati Nisel Idealisman Dachi. Beliau menyampaikan ada 15 pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya. Untuk lebih jelasnya ketika wartawan akan mengkonfirmasi hal ini pada penyidik R.Damanik,penyidik langsung mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung kepada Kasipenkum karena dia tidak punya kapasitas katanya untuk menyampaikan hasil pemeriksaan kepada wartawan.(Delis Ndruru)

 

Berita Sebelumnya







info prakiraan cuaca|sumber: http://bmkg.go.id/hp/cuacan2.html