Mutasi Empat Pejabat Utama Dan Tiga Kapolres Jajaran Polda Sulsel Diganti

Makassar,Indofakta.online.- Kapolda Sulsel Irjen Pol.Mudji Waluyo dalam arahannya saat acara sertijab lepas sambut,ketiga pejabat Utama dan ketiga Kapolres di SPN Batua Makassar di aula Audiotorium Paramartha 78,jalan Urip Sumiarjo.Tujuh perwira menengah (pamen) di Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dimutasi. Mutasi sebagai langkah promosi dan penyegaran di instansi kepolisian.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk promosi terhadap perwira menengah yang dimutasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi di Makassar, kemarin. Menurutnya, di jajaran kepolisian, mutasi merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi.“ Ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja agar bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Adapun pamen yang dimutasi yakni Kombes Aan Iskandar yang sebelumnya menjabat sebagai Ispektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Sulsel dimutasi ke Polda Jatim sebagai Irwasda. Jabatan yang ditinggalkannya diisi Kombes Permadi.Selanjutnya,Kombes Teguh Suwarno yang menjabat Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulsel dimutasi ke SDM Mabes Polri. Jabatan yang ditinggalkan Teguh Suwarno diisi Kombes Asep Syaefudin.
Kombes Dani Wisma yang menjabat sebagat Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) digantikan oleh Kombes Petrus Waine. Kombes Dani Wisma pindah ke Lembaga Pendidikan Polisi (Lemdikpol) PTIK Jakarta.Kemudian Kombes Syamsudin Yunus (Dir Reskrim Um) pindah ke Lemdikpol dan posisinya digantikan oleh Kombes Joko Hartanto.
Sementara itu,Kapolres Palopo AKBP Fajarrudin digantikan oleh AKBP Endang Rasyidin karena AKBP Fajarrudin dipindah tugas sebagai Wakil Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido Polda Metro Jaya. Jabatan Kapolres Palopo akan dijabat AKBP Endang Rasyidin yang sebelumnya menjabat Kabag Jarlat Pusdik Reskrim Mega Mendung,Bogor.

Kapolres Pangkep AKBP Idil Tabransyah pindah ke Wadir Binmas Polda Sulsel dan sebagai penggantinya adalah AKBP Deni Hermana. Kapolres Luwu AKBP Rudi Heru Susanto dipindah tugaskan ke Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng. Selanjutnya Kapolres Luwu diisi oleh AKBP Alan Gerikabas. Kendati demikian, Endi membantah bahwa pamen yang dimutasi tersebut bukan karena alasan kasus,“Bisa dilihat semuanya memiliki jabatan yang baik. Ini semata-mata karena penyegaran instansi,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar pejabat lama yang meninggalkan beberapa tugas agar bisa dilanjutkan oleh pejabat yang baru. “Diharapkan agar pejabat yang baru bisa melanjutkan tugasnya. Untuk kepastian sertijabnya (serah terima jabatan) belum ada jadwal tepatnya,” pungkasnya.

Rudi Heru Susanto yang dikonfirmasi SINDO mengakui jabatan Kapolres Luwu yang dijabatnya hampir empat tahun ini akan dijabat AKBP Alan Gerikabas yang sebelumnya bertugas di Korlantas Mabes Polri. “Saya dimutasikan menjabat Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Jawa Tengah. Insya Allah, acara sertijabnya dalam waktu dekat ini, karena TR-nya sudah ada,” kata Rudi di Belopa,kemarin. Sementara itu Fajaruddin mutasi adalah hal biasa di tubuh Polri karena untuk penyegaran organisasi.

”TR-nya sudah ada, tinggal pelaksanaan sertijab,”katanya. Biro Humas Polda Sulsel Kompol Abire mengatakan, mutasi Kapolres Palopo dan Luwu itu tidak terkait gagalnya dua Kapolres itu mengungkap berbagai kasus di wilayah kerjanya. Tetapi mutasi ini bertujuan untuk penyegaran di tubuh Polri, terutama di Polres Luwu dan Polres Palopo. ”Mutasi ini untuk penyegaran organisasi. Jangan dikaitkaitkan dengan berbagai isuisu negatif. Karena dua Kapolres ini sukses mengemban tugas selama di Palopo dan Luwu,” kata mantan Waka Polres Palopo ini.
Kapolres Terbaik Selama menjabat Kapolres Luwu AKBP Rudi meraih penghargaan sebagai Kapolres terbaik dalam penanganan perkara kasus korupsi di Kabupaten Luwu, sehingga tahun 2010/- 2011 dia meraih penghargaan dari Mabes Polri. Selama menjabat Kapolres,beberapa kasus korupsi yang diungkap dan dituntaskanRudi, diantaranya pada 2010 sebanyak 4 kasus,2011 (10 kasus),dan 2012 (8 kasus).

Pada 2011 misalnya, Rudi berhasil menahan 32 Sekretaris Desa (Sekdes) karena diduga terlibat kasus pemalsuan tanda tangan untuk dokumen pengangkatan menjadi PNS di jajaran Pemkab Luwu.Termasuk dalam kasus ini dua pejabat Luwu ikut terseret, yakni Lukman dan Yusuf. Sedangkan, pada 2012, Rudi membongkar kasus korupsi di Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Luwu sehingga mantan Kepala DPPKAD Luwu Andi Akrab saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar.

Dia berharap agar,para pejabat utama Poda Sulsel,setelah tiba ditempat baru masing-masing bertugas,diharapkan tetap menjaga nama institusi,dan mengutamakan kepentingan Masyarakat,dimana kerberadaan Polisi di Republik Indonesia tiada lain untuk Masyarakat semata-mata.

Dan saya tidak perlu memaafkan kepada semuanya,karena saya merasa semuanya,sehingga tidak ada yang perlu dimaafkan,hanya berterima kasih kepada semuanya selama ini telah membantu saya menjalankan tugas Kapolda dan Wakapolda,serta Ibu Bhayangkari juga dengan setia mendampingi suaminya melaksanakan tugasnya.

Yang paling penting lagi saya khususkan kepada Kombes Pol Aan Iskandar ,selama tugasnya selaku Irwasda di Polda Sulsel,sering kali saya SMS dijam 2-3 Subuh,sehingga saya meminta kepadanya karena sudah mengganggu waktu istirahatnya.

Selain itu juga Kapolda mengatakan beda dengan wakapolda biasa juga saya SMS,tetapi dia tidak membalas sehingga tidak saya lanjutkan pembicaraan janda Kapolda dalam arahan lepas sambut pejabat lama dan baru.

Sementara pejabat yang berpindah tugas diantaranya Irwasda Kombes Pol.Aan Iskandar,Karo SDM Kombes Pol.Teguh Sarwono,Dir Reskrimsus Kombes Pol.Dani (rus/hj.wati).

 

Berita Sebelumnya







info prakiraan cuaca|sumber: http://bmkg.go.id/hp/cuacan2.html



ALPAMART