Pencarian Berita


LSM BAN : Gebrakan Revolusioner Jaksa Agung RI Luar Biasa

LSM BAN : Gebrakan Revolusioner Jaksa Agung RI Luar Biasa

Bandung -- Ketua Umum LSM Baladhika Adhyaksa Nusantara (LSM BAN), R Yunan Buwana sangat mengapresiasi kinerja institusi Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Ditemui indofakta.com di salah satu lokasi seputar Jalan Martadinata Kota Bandung (22-09-2021), Yunan membeberkan langkah Jaksa Agung Prof Dr. ST Burhanuddin banyak menyita perhatian publik. Karena gebrakan hukum yang dilakukan, membongkar kasus-kasus korupsi besar sampai ide revolusionernya terkait restorative justice (keadilan restorative). Dengan gebrakan Jaksa Agung ini membuat para pelaku korupsi merasa tidak nyaman sehingga banyak melakukan serangan balik terhadap institusi Kejaksaan dan Jaksa Agung secara pribadi.

Akan tetapi Prof. Dr. ST Burhanuddin. SH. MH tidak goyah. Di bawah kepemimpinannya, prestasi dan kinerja Kejaksaan Agung semakin kuat dan menjadi momok yang menakutkan bagi koruptor. Banyak kasus korupsi skala besar dan rumit berhasil dibongkar hingga diseret ke Pengadilan, para pelakunya pun dihukum dan harta mereka disita guna memulihkan kerugian negara.
Uang negara yang berhasil diselamatkan Kejaksaan Agung cukup besar. Seperti  dari kasus Asabri Rp22,7 triliun, kasus impor tekstil Rp1,6 triliun,  Danareksa Sekuritas Rp105 miliar, kasus Asuransi Jiwasraya Rp16 triliun, dan  Pernyataan Burhanuddin bukan hanya lips service semata, bagaimana tidak, Jaksa Agung menegaskan tak pandang bulu menjerat siapapun yang melindungi koruptor. Ancaman ini benar-benar dia buktikan pada kasus megakorupsi Jiwasraya dan Asabri dan kasus besar lainnya.
Yang masih hangat, Kejaksaan Agung menjerat anggota DPR RI Alex Noerdin, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan.

Selain itu capaian prestasi yang luar biasa di bidang Tipidsus pada semester 1 Tahun 2021 untuk Penanganan Perkara sbb : 820 Penyelidikan, 908 Penyidikan, 682 Penuntutan, 153 Banding, 92 Kasasi.

Untuk Eksekusi Perkara sebagai berikut: 386 Ssurat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan ( P48 ), 342 kasus Terpidana Korupsi di eksekusi, 386 kasus Eksekusi Denda dan Uang Pengganti.

Sedangkan untuk pengembalian kerugian keuangan negara yang telah diselamatkan senilai Rp 15.815 Trilyun dan Peneriman Uang PNPB senilai Rp 82.158 Milyar. Selain itu Jaksa Agung juga akan bertindak tegas untuk mengevaluasi Kejari dan Kejati yang tidak menangani kasus korupsi

Namun disisi yang lain hati nurani Jaksa Agung merasa terusik dan sedih ketika ada rakyat jelata yang dihukum layaknya kriminal, seperti kasus yang menimpa Nenek Minah dan Kakek Samirin. Dia menilai kedua orang tua miskin ini telah mendapat perlakuan hukum tidak pantas dan tidak seyogianya diteruskan ke pengadilan.
Nenek Minah adalah seorang nenek yang berasal dari Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan vonis 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan kepada Nenek Minah karena mengambil tiga biji kakao di perkebunan milik PT. Rumpun Sari Antan. Jaksa Agung ancam jajaran untuk tidak lagi menangani kasus-kasus yang mengusik rasa keadilan dimasyarakat dengan berkali kali mengatakan "bahwa rasa keadilan itu tidak ada didalam KUHP coba tanyakan kepada diri sendiri dan Hati Nurani dalam menjalankan tugas penuntutan"

"Untuk itu para jajaran pengurus Pusat dan Daerah LSM BAN akan senantiasa menjadi garda terdepan untuk melawan serangan balik para penyintas yang tidak suka akan ketegasan Jaksa Agung RI. LSM BAN juga mengajak masyarakat untuk mendukung kinerja kejaksaan dalam berbagai bentuk, bisa melaporkan adanya dugaan korupsi juga tidak segan melaporkan adanya tindakan oknum yang merusak institusi Kejaksaan di berbagai tempat," tandas Yunan. (Y CHS/Rls-RYB).