Pencarian Berita


Bersama Totoh Gunawan, Anak Aa Umbara Dituntut Pidana Penjara, Pidana Denda Dan Uang Pengganti

Bersama Totoh Gunawan, Anak Aa Umbara Dituntut Pidana Penjara, Pidana Denda Dan Uang Pengganti

Bandung -- Setelah menuntut Aa Umbara Sutisna, Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (PU KPK) juga melakukan hal yang sama kepada anaknya, Andri Wibawa dan Totoh Gunawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus. PU KPK menuntut agar Andri Wibawa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun, dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Terdakwa juga dihukum untuk membayar Pidana Denda sebesar Rp 300 juta subsidair selama tiga (3) bulan kurungan dan membayar Uang Pengganti sebesar tak kurang dari Rp2.600.000.000, 00 (dua miliar enam ratus rupiah).

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor hari, Senin (25-10-2021) dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Surahmat, SH., MH, Tim PU KPK, menguraikan secara panjang lebar Surat Tuntutan terhadap terdakwa.

"1. Menyatakan Terdakwa ANDRI WIBAWA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 terbukti huruf i, Undang-Undang Nomor :31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana;

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ANDRI WIBAWA berupa pidana penjara selama 5 (lima) tahun, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp300. 000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan, dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan;

3. Menghukum Terdakwa untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp2.600.000.000,00 (dua miliar enam ratus juta rupiah, jika Terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, bilamana belum mencukupi untuk menutupi uang pengganti tersebut, jika tidak mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun," papar Budi Nugraha.

Sementara itu terhadap terdakwa M. Totoh Gunawan juga dilakukan penuntutan. Terdakwa yang merupakan pengusaha di Lembang Kabupaten Bandung Barat itu dituntut hukuman pidana penjara selama 6 (enam) tahun, lebih berat setahun dari Andri Wibawa. Kecuali pidana denda dengan nilai yang sama, jumlah Uang Pengganti juga berbeda.

"1. Menyatakan terdakwa M. TOTOH GUNAWAN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf i, Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa M. TOTOH GUNAWAN berupa pidana penjara selama 6 (enam) tahun, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp300. 000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan, dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan;

3. Menghukum Terdakwa untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp1.118.433.848,00 (satu miliar seratus delapan belas juta empat ratus tiga puluh tiga ribu delapan ratus empat puluh delapan rupiah), jika Terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, jika tidak maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun," terang Budi Nugraha.

Pada persidangan dimana terdakwa menyaksikan pembacaan Surat Tuntutan dari Rutan Kebon Waru Kota Bandung,   terdakwa lalu menyatakan akan membuat pembelaan pribadi secara tertulis pada sidang mendatang, di luar Nota Pembelaan yang akan dibuat oleh Tim Penasehat Hukum terdakwa.

Menurut PU KPK, Korupsi berupa suap Aa Umbara Sutisna, tersebut berawal pada bulan Maret 2020 setelah munculnya pandemi COVID-19. Saat itu, Pemerintah KBB menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dengan melakukan 'refocusing' anggaran APBD Tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS).

Sedangkan M. Totoh Gunawan dengan menggunakan PT. Jagat Dir Gantara (JDG) serta CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M. Totoh mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara didakwa telah menerima uang sekitar Rp 1 miliar yang sumbernya disisihkan oleh M Totoh Gunawan dari nilai harga per paket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Aa Umbara untuk dibagikan kepada masyarakat  KBB.

Sementara itu, M Totoh Gunawan diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp 2 miliar dan Andri Wibawa juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp 2,7 miliar.

Selain itu, Aa Umbara diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas di Pemkab Bandung Barat dan para pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat sejumlah sekitar Rp 1 miliar.

KPK telah melakukan penahanan terhadap Aa Umbara dan Andri Wibawa terhitung tanggal 9 April 2021. Aa Umbara ditahan di Rutan KPK Cabang K-4 Merah Putih. Sedangkan, Andri Wibawa dilakukan penahanan di Rutan C-1 Gedung KPK Lama, Jakarta Selatan. Sebelumnya, KPK pada tanggal 01 April 2021.  melakukan penahanan terhadap pemilik PT. Jagat Dir Gantara (JDG) serta CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M. Totoh Gunawan. (Y CHS).