Adikarya Parlemen
Baca juga: Tindaklanjuti Pemeriksaan BPK Pengelolaan Aset Harus Menjadi Agenda Prioritas Baca juga: Legislatif Jabar Puji Koordinasi Pemprov Jabar Dalam antisipasi BencanaJabar -- DPRD Jabar, melalui Badan Anggaran, Kamis, 20 Juli 2023 menggelar peninjauan di lapangan kondisi Jalan Tol Cisumdawu terkini usai diresmikan penggunaannya oleh pemerintah beberapa waktu lalu.
Dari hasil peninjauan terungkap ada efek-efek negatif yang harus diselesaikan.
Baca juga: Apresiasi Untuk Pemprov Jabar Dalam Antisipasi Bencana KekeringanHal ini, diungkapkan Anggota Badan Anggaran DPRD Jabar, Heri Ukasah Sulaiman, dalam keterangannya kepada media, Kamis , 20 Juli 2023.
Baca juga: Bapemperda DPRD Jabar Ungkap Urgensi Dibuatnya Ranperda Tata Cara Pembentukan Produk Hukum DaerahHeri, yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar Dapil Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang dalam keterangannya mengatakan diakui ada sisi baik dengan tuntasnya pembangunan jalan tol CisumdawuSisi positif, yang nyata aksesibilitas ruas jalan mulai dari Cileunyi, Sumedang, Majalengka dan Subang, menuju BIJB kian mudah."dengan kondisi demikian setidaknya sarana perhubungan yaitu BIJB bisa dengan mudah dilalui dengan waktu yang cepat oleh masyarakat dari beberapa daerah, jelas Heri.Menurut Heri, dengan aksesibilitas yang mudah menuju BIJB, membawa sisi positif BIJB kian berfungsi sehingga geliat ekonomi di sekitar Sumedang, Majalengka dan Subang kian berkembang.Kendati sisi positif itu ada, tentunya hal-hal yang menjadi sisi negatif harus diselesaikan.Berdasarkan hasil kunjungan, sisi negatif yang harus diselesaikan ungkap Heri adalah soal penerangan umum di terowongan antara Cileunyi -SumedangPenerangan di lokasi itu, kerap mati. Kondisi ini harus diselesaikan. Ini bisa diselesaikan dengan mengganti lampu.Hal lain yang perlu diperbaiki adalah tarif yang mahal, dimana dari laporan yang diterima besaran tarif antara Cileunyi -Sumedang kurang lebih mencapai Rp.40.000,-."besaran tarif itu dengan mempertimbangkan panjang ruas jalan tol Cileunyi -Sumedang sama dengan ruas jalan tol Pasteur yang hanya Rp 10.000,-, jelas ini penetapan tarif terlalu mahalHeri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan dalam beberapa reses juga terungkap merosotnya pendapatan di kalangan pelaku UMKM di kawasan Cadas Pangeran akibat masyarakat banyak beralih menggunakan jalan tol Cisumdawu.Sehubungan dengan hal itu, harus dicarikan solusi. Opsinya bisa saja produk UMKM dibantu promosinya di seluruh rest area di kawasan Cisumdawu.Masalah keluhan ganti rugi tanah dari masyarakat yang digunakan oleh tol Cisumdawu itu juga harus diselesaikan.Penyelesaiannya, harus melibatkan BPN terutama soal klaim ukuran tanah yang berbeda yang diakui oleh masyarakat dan yang diukur oleh pemerintah, tutup Heri mengakhiri penjelasannya .(red)
Bagikan: