12 Jun, 2026

Legislatif Jabar Ingatkan Dampak Negatif Tol Cisumdawu Harus Diselesaikan

Indofakta.com, 2023-07-20 15:54:36 WIB

Bagikan:

Adikarya Parlemen

Baca juga: Tindaklanjuti Pemeriksaan BPK Pengelolaan Aset Harus Menjadi Agenda Prioritas

 

Baca juga: Legislatif Jabar Puji Koordinasi Pemprov Jabar Dalam antisipasi Bencana

Jabar -- DPRD Jabar, melalui Badan Anggaran, Kamis,  20 Juli 2023 menggelar peninjauan di lapangan kondisi Jalan Tol Cisumdawu terkini usai diresmikan penggunaannya oleh pemerintah beberapa waktu lalu.
Dari hasil peninjauan terungkap ada efek-efek negatif yang harus diselesaikan.

Baca juga: Apresiasi Untuk Pemprov Jabar Dalam Antisipasi Bencana Kekeringan

Hal ini, diungkapkan Anggota Badan Anggaran DPRD Jabar, Heri Ukasah Sulaiman, dalam keterangannya kepada media, Kamis , 20 Juli 2023.

Baca juga: Bapemperda DPRD Jabar Ungkap Urgensi Dibuatnya Ranperda Tata Cara Pembentukan Produk Hukum Daerah

Heri, yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar Dapil Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang dalam keterangannya mengatakan diakui ada sisi baik dengan tuntasnya pembangunan jalan tol Cisumdawu

Sisi positif, yang nyata aksesibilitas ruas jalan mulai dari Cileunyi, Sumedang, Majalengka dan Subang, menuju BIJB  kian mudah.

"dengan kondisi demikian setidaknya sarana perhubungan yaitu BIJB bisa dengan mudah dilalui dengan waktu yang cepat oleh masyarakat dari beberapa daerah, jelas Heri.

Menurut Heri, dengan aksesibilitas yang mudah menuju BIJB,   membawa sisi positif BIJB kian berfungsi sehingga geliat  ekonomi di sekitar Sumedang, Majalengka dan Subang kian berkembang.

Kendati sisi positif itu ada, tentunya hal-hal yang menjadi sisi negatif harus diselesaikan.

Berdasarkan hasil kunjungan, sisi negatif yang harus diselesaikan ungkap Heri adalah soal penerangan umum di terowongan antara Cileunyi -Sumedang

Penerangan di lokasi itu, kerap mati. Kondisi ini harus diselesaikan. Ini bisa diselesaikan dengan mengganti lampu.

Hal lain yang perlu diperbaiki adalah tarif yang mahal, dimana dari laporan yang diterima besaran tarif antara Cileunyi -Sumedang kurang lebih mencapai Rp.40.000,-.

"besaran tarif itu dengan mempertimbangkan panjang ruas jalan tol  Cileunyi -Sumedang sama dengan ruas jalan tol  Pasteur yang hanya Rp 10.000,-, jelas ini penetapan tarif terlalu mahal

Heri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan dalam beberapa reses juga terungkap merosotnya pendapatan di kalangan pelaku UMKM di kawasan Cadas Pangeran akibat masyarakat banyak beralih menggunakan jalan tol Cisumdawu.

Sehubungan dengan hal itu, harus dicarikan solusi. Opsinya bisa saja produk UMKM dibantu promosinya di seluruh rest area di kawasan Cisumdawu.

Masalah keluhan ganti rugi tanah dari masyarakat yang digunakan oleh tol Cisumdawu itu juga harus diselesaikan.

Penyelesaiannya, harus melibatkan BPN terutama soal klaim ukuran tanah yang berbeda yang diakui oleh masyarakat dan yang diukur oleh pemerintah, tutup Heri mengakhiri penjelasannya .(red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online