2 Apr, 2026

Upaya Menarik PMA di Jawa Barat Butuh Strategi

Indofakta.com, 2025-12-05 06:07:11 WIB

Bagikan:

ADHIKARYA PARLEMEN

Baca juga: Ini Tanggapan Legislatif Jabar Atas LKPJ Gubernur Jabar Tahun 2025

BANDUNG— Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memperkuat strategi untuk menarik Penanaman Modal Asing (PMA) secara lebih masif dan berkelanjutan di tahun 2025.

Baca juga: DPRD Dorong Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah

Hal itu merupakan rangkaian dari upaya membangun iklim investasi secara umum, dimana investasi itu meliputi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri

Baca juga: Legislatif Jabar Ingatkan Penguatan Fiskal Daerah


Hal tersebut, diungkapkan  Sekretaris Komisi 3 DPRD Jawa Barat, Heri Ukasah Sulaeman dalam keterangannya kepada media baru-baru ini

Baca juga: Program Gentengisasi Tantangan Industri Lokal Di Jabar

Menurut Heri, dalam menarik investasi dari PMA dibutuhkan berbagai aspek antara lain 
pengelolaan iklim investasi yang sehat, kepastian hukum, dan penyederhanaan birokrasi.


Jawa Barat , tentunya mempunyai keunggulan yaitu memiliki daya tarik ekonomi yang luar biasa besar, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun kedekatan geografis dengan pusat ekonomi nasional 
Namun,   potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan.

IInvestor asing sebenarnya sudah lama menaruh minat besar ke Jawa Barat, terutama di kawasan industri seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Namun, hal yang menjadi bi tantangan adalah bagaimana kita menciptakan iklim investasi yang benar-benar ramah, efisien, dan bebas dari hambatan birokrasi yang tidak perlu.

Heri Ukasah, dalam keterangannya menjelaskan bahwa strategi menarik PMA tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional. 
Pemerintah daerah perlu melakukan branding investment secara lebih agresif dan profesional.

Dalam hal ini, Jawa Barat perlu memiliki lembaga promosi investasi yang tangguh dan terintegrasi dengan lembaga nasional seperti BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).
Promosi investasi tidak cukup hanya dalam bentuk pameran atau forum bisnis.

"  kita perlu pendekatan digital, publikasi berkelanjutan, dan diplomasi ekonomi yang aktif " kata Heri .

Investor , sambung Heri perlu merasa yakin bahwa Jawa Barat mempunyai kepastian jangka panjang dan stabilitas politik yang mendukung,


Jawa Barat,  perlu menonjolkan keunggulan spesifik di tiap wilayah. Misalnya, kawasan Rebana Metropolitan (Cirebon–Patimban–Kertajati) yang berpotensi besar menjadi pusat logistik dan manufaktur global, sedangkan daerah selatan seperti Sukabumi dan Pangandaran bisa diarahkan untuk investasi berbasis pariwisata dan agroindustri.

Pendekatan sektoral dan wilayah itu penting. Jangan sampai promosi investasi kita bersifat umum dan tidak fokus. Setiap daerah punya karakter dan daya tarik berbeda yang bisa dijual ke investor asing.

Salah satu syarat utama agar investasi asing bisa tumbuh sehat  adalah infrastruktur dasar yang memadai serta kepastian hukum.

Heri Ukasah , dalam keterangannya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan provinsi, pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati yang kini semakin aktif.

Infrastruktur merupakan wajah pertama yang dilihat investor. Mereka tidak mau berinvestasi di daerah yang akses logistiknya mahal dan tidak efisien.

“karena itu, keberadaan jalan tol, pelabuhan, dan bandara di Jawa Barat adalah nilai tambah yang luar biasa" jelas Heri.

Heri , dalam keterangannya mengatakan tugas kita di DPRD Jabar   memastikan semua infrastruktur itu berjalan sesuai target dan bermanfaat langsung untuk investasi.

Namun,  pembangunan fisik saja tidak cukup. Hal lain yang diperlukan  kepastian hukum dan keamanan investasi, termasuk perlindungan hak usaha dan mekanisme penyelesaian sengketa yang jelas.

“banyak investor ragu karena mereka khawatir dengan perubahan kebijakan yang tiba-tiba atau kurangnya perlindungan hukum terhadap modal asing. Ini harus dibenahi. Jawa Barat harus jadi contoh provinsi dengan tata kelola investasi paling transparan dan terpercaya di Indonesia,” tegas Heri.

Heri, dalam keterangannya mengatakan dalam konteks kebijakan daerah, Komisi 3 DPRD Jawa Barat berkomitmen mendukung langkah eksekutif untuk memperkuat daya saing investasi.

 DPRD Jabar, untuk menindaklanjuti hal itu, berperan aktif dalam menciptakan regulasi yang adaptif dan mendorong efisiensi birokrasi perizinan.

DPRD Jabar  bukan hanya lembaga pengawas, tetapi juga mitra pembangunan.

" kami ingin setiap regulasi daerah tidak menghambat, tetapi justru memfasilitasi investasi. Termasuk dalam hal perizinan, insentif fiskal, dan penyediaan lahan industri,” kata Heri.

Heri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan Kolaborasi antara DPRD, Jabar  Pemprov Jabar dan Pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting, terutama karena sebagian besar perizinan dan urusan lahan masih berada di tingkat daerah.

Koordinasi lintas wilayah harus kuat. Jangan sampai ada perbedaan kebijakan antara provinsi dan kabupaten yang malah membuat investor bingung.

" kita perlu satu peta kebijakan investasi Jawa Barat yang terpadu,” ujar Heri.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online