Adikarya Parlemen
Baca juga: Irigasi Desa Di Kabupaten Bogor Harus Jadi PerhatianJabar -- Wakil Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady , dalam keterangannya kepada media, beberapa waktu lalu menyatakan dukungannya atas rencana Pemprov Jabar untuk membentuk Holding BUMD.
Baca juga: Legislatif Jabar Apresiasi Rencana Pelayanan Mudik Lebaran 2026Menurut Daddy, Pemerintah Provinsi Jabar berencana akan membentuk PT.Sanggabuana (Holding BUMD Jabar). Rencana itu perlu didukung secara penuh
Baca juga: Di Hari Jadi 213 Kabupaten Garut Menata Pariwisata Jadi Solusi KonkretBerkenaan dengan dukungan itu, ada hal-hal yang harus menjadi perhatian.
BUMD sehingga BUMD tidak boleh lagi dianggap sebagai “ATM” atau sumber pendanaan bagi kepentingan politik tertentu.Pada pembentukan holding BUMD, diperlukan profesionalisme agar BUMD bisa memberikan dividen nyata bagi pendapatan asli daerah (PAD).
Baca juga: Aspirasi Masyarakat Desa Harus Terakomodir Dalam Pembangunan InfrastrukturPada pembentukan holding BUMD, perlu dilakukan
Efisiensi sehingga langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk merampingkan puluhan BUMD yang tidak produktif ke dalam satu holding merupakan langkah tepat.Langkah itu, dinilai perlu direalisasikan karena mayoritas dari 41 BUMD Jabar saat ini dianggap kurang produktif dan membebani APBD.Penyelamatan Aset di BUMD juga mesti dilakukan. Pasalnya , banyak aset BUMD yang besar namun kasnya kosong." Dengan konsep holding (mirip Danantara) diharapkan aset-aset tersebut bisa dikelola lebih optimal tanpa campur tangan kepentingan tim sukses atau politik" kata Daddy.Daddy, dalam keterangannya mengatakan rencana holding BUMD , harus
Fokus pada Tata Kelola BUMD.Hal yang harus disiapkan proses transisi menuju holding ini didasarkan pada hasil audit yang transparan untuk memisahkan BUMD yang masih layak dipertahankan dengan yang harus dilebur.Rencana pembentukan holding ini ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap pada awal tahun 2026, di mana nantinya BUMD Jabar akan mengerucut menjadi satu entitas holding besar dan Bank BJB yang tetap berdiri sendiri , ujar Dady Rohanady(adv)
Bagikan: