Bandung - Semangat Nasionalisme bagi seluruh masyarakat harus terus digelorakan, terutama bagi kalangan generasi muda.
Baca juga: Ketua Komisi IV DPRD Sebut Konsep Pentahelix Perlu Perkuat Ruang Kreatif Di Kota BandungNasionalisme ini merupakan upaya membina segenap bangsa untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).
Baca juga: Maya Himawati Dorong Penguatan Jaminan Sosial Dan Perlindungan Pekerja Di Kota Bandung" guna mewujudkan harapan itu pendidikan politik harus dilaksanakan secara berkesinambungan" ungkap Anggota Fraksi PAN DPRD Jabar Dapil Kota Bekasi dan Depok, Hasbullah Rahmad, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini
Baca juga: Sekretariat DPRD Jawa Barat Meluncurkan Aplikasi HUDANGHasbullah, dalam keterangannya mengatakan agar pendidikan politik bisa berjalan secara berkesinambungan diperlukan kolaborasi dari berbagai Pihak.
Partisipasi berbagai Pihak ini, tentunya disesuaikan dengan tugas fungsi masing-masing.
Baca juga: Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung : Mahasiswa Hukum Emban Posisi Strategis Dan Dorong Perubahan Di Masyarakat Peran di pihak legislatif Jabar, saat ini sudah rutin menggelar pendidikan politik untuk masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan tiga bulan sekali di daerah pemilihan ( Dapil).Hasbullah, dalam keterangannya mengatakan kegiatan sosialisasi pendidikan politik itu dikemas dalam kegiatan pendidikan politik demokrasi.Dalam konteks pendidikan politik secara umum merupakan upaya untuk meningkatkan Indeks Demokrasi Indonesia ( IDI), apalagi di Jabar dengan merujuk pada data BPS tahun 2026., realisasinya IDI di Jabar pada tahun 2025 baru mencapai 80,86 point."diyakini melalui pendidikan politik demokrasi dapat meningkatkan IDI di Jabar" kata HasbullahHasbullah , dalam keterangannya mengatakan melalui pendidikan politik demokrasi, dimana dalam pelaksanaannya di beberapa daerah di Kota Bekasi dan Depok dari sisi peserta lebih dominan disi oleh generasi muda terutama di kalangan para pelajar., hal yang diharapkan masyarakat dapat memahami kaidah atau norma yang berlaku saat ini." diharapkan masyarakat terutama generasi muda dapat memahami juga hukum adat yang berlaku di daerahnya masing-masing" kata Hasbullah.Hasbullah , dalam keterangannya mengatakan melalui sosialisasi pendidikan politik masyarakat dapat memahami juga mana yang menjadi hak dan mana yang bathil.Pendidikan politik demokrasi, di sisi lain diharapkan masyarakat dapat memahami dan menyadari perbedaan." melalui perbedaan yang ada tidak memunculkan konflik di masyarakat" jelas Hasbullah.Hasbullah, dalam keterangannya mengatakan dari peserta dalam kegiatan pendidikan politik yang saat ini berstatus pelajar SMA dan SMK, tentunya di tahun 2029 mendatang mereka akan mempunyai hak pilih.Hal yang diharapkan, mereka dapat berpartisipasi untuk menyalurkan hak politiknya dengan mengedepankan aspek rasional dalam menyalurkan hak pilih, ujar Hasbullah.(Nr)
Bagikan: