Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung menggandeng Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta Ganesha Operation (GO) untuk membangun ekosistem pendidikan terintegrasi yang mampu menyiapkan tenaga kerja terampil berdaya saing global.
Baca juga: DPRD Jawa Barat Sampaikan Aspirasi Mahasiswa UIN Bandung dan Unpas ke DPR RIKerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan di Aston Tropicana, Kota Bandung, Rabu (21/10/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk menghubungkan promosi perguruan tinggi, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga akses ke pasar kerja internasional.
Baca juga: Pemkot Bandung Kejar Target Perlinsos 435 Ribu KK, IKD Capai 208 Ribu WargaWali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kerja sama tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem pendidikan dari hulu hingga hilir. Upaya itu dimulai dengan menarik lulusan SMA/SMK dari berbagai daerah agar melanjutkan pendidikan di Bandung, kemudian membuka peluang kerja bagi mereka setelah lulus.
Baca juga: Cegah Kebakaran, Diskarmatan Bandung Perkuat Edukasi dan Peran WargaPemkot Bandung menggandeng Ganesha Operation untuk mempromosikan perguruan tinggi di Kota Bandung melalui jaringan lebih dari 700 cabang yang tersebar di Indonesia.
Baca juga: Terkumpul Rp23 Miliar, Baznas Bandung Kejar Target Rp34 MiliarMenurut Farhan, banyaknya lulusan perguruan tinggi setiap tahun menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dijawab melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan perluasan akses kerja.“Ketika mereka lulus, harus diberi sebanyak mungkin pintu dan jendela kesempatan untuk bekerja,” ujar Farhan.
Peluang Kerja Luar NegeriDirektur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, mengapresiasi inisiatif Pemkot Bandung tersebut.Ia menyebutkan, Kementerian P2MI memiliki akses ke pasar kerja di hampir 85 negara dengan sekitar 2.000 standar kompetensi jabatan di berbagai sektor, termasuk kesehatan, manufaktur, konstruksi, dan perhotelan.Secara nasional, potensi lapangan kerja luar negeri bagi pekerja terampil diperkirakan mencapai 300.000 posisi per tahun. Sekitar 40 persen di antaranya diarahkan untuk lulusan perguruan tinggi pada tingkat keterampilan menengah hingga tinggi.Dwi berharap Bandung dapat menjadi pelopor penyiapan tenaga kerja terampil untuk pasar internasional melalui penguatan pelatihan, sertifikasi, dan pembentukan
Migrant Center.Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menyampaikan bahwa Kota Bandung memiliki sekitar 78 perguruan tinggi dengan 212.000 mahasiswa aktif dan menghasilkan kurang lebih 78.000 lulusan setiap tahun.Ia berharap kolaborasi tersebut mendorong perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan mampu bersaing di pasar global.Pendiri sekaligus Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster, juga menyatakan kesiapan memanfaatkan jaringan GO yang membina sekitar 250.000 siswa di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan keunggulan pendidikan di Kota Bandung.Melalui kerja sama lintas sektor ini, Pemkot Bandung berharap dapat memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan sekaligus pusat penyiapan tenaga kerja terampil. Upaya tersebut diharapkan memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi dan mengurangi risiko pengangguran terdidik.(Asep/fadly)
Sumber:Humas Kota Bandung
Bagikan: