Bandung -- Pemerintah Provinsi Jabar, bersama TNI pekan ini telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penandatanganan tersebut, dilakukan oleh Pemprov. Jabar dan TNI AL.
Baca juga: Pemilihan Ketua RT 05/RW05 Leuwigajah 2026: Demokrasi Warga, Gotong Royong, dan Harapan Baru LingkunganProgram kerjasama itu tentunya patut untuk diapresiasi bahkan kerjasama karena dari sisi manfaatnya sangat besar yaitu memberikan manfaat untuk kepentingan pembangunan.
Baca juga: Wali Kota Wesly Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Dwikora Hal ini, diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Jabar, Brigjen (Purn) Taufik Hidayat, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini
Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ny Liswati Sambut TP PKK Sumut Monitoring Pelaksanaan Tertib Administrasi PKK Tahun 2026Taufik, dengan berbekal pengalaman didunia militer cukup lama, lebih lanjut mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun Perjanjian kerjasama itu difokuskan untuk pengawasan
sungai dan laut yang merupakan satu kesatuan dari hulu ke hilir.
Baca juga: PD Pasar Horas Jaya Data dan Verifikasi Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Dwikora Kerjasama itu, tentunya memberikan manfaat sangat besar. Selain sisi keamanan di area laut dapat diawasi, juga kualitas sungai dan laut sebagai sarana penghasil air itu dapat terjaga sehingga air ada dalam keadaan bersih dan tentunya kualitas kesehatan masyarakat juga terjaga.Kerjasama antara Pemda Jabar dengan TNI ini merupakan wujud konkret sinergitas lintas pemerintah dalam menata alam dari berbagai kerusakan yang ditimbulkannya.KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi menyinggung kembali filosofi leluhur Sunda yang memuliakan alam melalui tradisi hajat bumi dan laut, yang hakikatnya merupakan bentuk penghormatan dan kesadaran ekologis yang mendalam.“Bersedekah pada laut berarti tak hanya mengambil dari laut, tapi juga memberi. Ini adalah bentuk penghormatan yang akan melahirkan keseimbangan ekosistem, termasuk tumbuhnya biota laut,” tambahnya.Dalam kesempatan itu, KDM mengumumkan beberapa program prioritas hasil kerja sama dengan TNI AL, di antaranya normalisasi dan penjagaan sungai.Kerjasama pengawasan sungai dan laut disisi lain, harus terbangun proses edukasi kepada masyarakat secara luas. "melalui edukasi tersebut diharapkan masyarakat dapat terbangun kesadarannya untuk menjaga sungai dan laut " ujar Taufik m
Program prioritas lainnya mengenai pendidikan kelautan bagi generasi muda. Pemdaprov Jabar akan membangun sekolah-sekolah kelautan yang memprioritaskan anak-anak nelayan dengan pendidikan gratis dan berorientasi pada vokasi kelautan.Selain itu, TNI AL akan dilibatkan dalam pemberian pendidikan dasar kedisiplinan dan wawasan kebangsaan di SMA/SMK.Selanjutnya, program pengembangan teknologi dan infrastruktur kelautan. KDM juga menekankan pentingnya teknologi perkapalan dan pengelolaan sumber daya kelautan."Anak-anak Jabar harus memahami laut sebagai kekayaan alam yang harus dijaga, bukan dieksploitasi," katanya.Berikutnya adalah program penataan wilayah pesisir dan kebersihan pantai.
Penambahan armada pengangkut sampah dan peralatan pengeruk akan dilakukan demi membersihkan pantai dari sampah.Selain itu, KDM menekankan pula pentingnya penataan tempat pelelangan ikan agar tidak terkesan kumuh.“Saya yakin kemakmuran hanya bisa diraih dengan cara merawat. Laut, sungai, dan gunungnya dirawat. Kalau dirusak, yang lahir adalah kehancuran,” ujar KDM menutup sambutannya.
Pengelolaan kawasan pesisirSementara itu Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa ruang lingkup kerja sama ini mencakup pengelolaan wilayah pesisir dan maritim secara menyeluruh.“Kerja sama ini meliputi pemetaan dan mitigasi bencana, penanganan sampah di sungai dan pesisir, serta edukasi masyarakat pesisir dalam bidang kemaritiman,” jelas Ali.Program kerja sama juga menyasar penanganan vegetasi mangrove dan kualitas air laut, normalisasi jalur pelayaran dan kolam pelabuhan, perbaikan rumah tidak layak huni di wilayah pesisir hingga penataan kawasan kumuh secara terpadu.Ali menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam memperkuat sinergi antarlembaga demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.“Kami berharap kerja sama ini menjadi model pengelolaan wilayah maritim yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Ali.(Adv)
Bagikan: