28 Apr, 2026

Pemkab Simalungun Gelar Upacara Hari Otda ke XXX Tahun 2026: Dorong Wujudkan Asta Cita dan Kemajuan Bangsa

Indofakta.com, 2026-04-27 23:21:58 WIB

Bagikan:

Simalungun --- Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti halaman Kantor Bupati Simalungun yang terletak di Pamatang Raya.

Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ny Liswati Ikuti Perayaan Paskah Keluarga Besar Silalahi Raja, Boru, Bere, Ibebere Kota Pematangsiantar

Di tempat yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah yang ke XXX Tahun 2026, Senin, (27/4/2026).

Baca juga: Wali Kota Wesly Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar, menjadi wujud rasa syukur sekaligus pengingat akan peran penting otonomi daerah dalam memajukan bangsa dan negara.

Baca juga: Wali Kota Wesly Serahkan DKP dan SPPT PBB-P2 Kota Pematangsiantar Tahun 2026 kepada 8 Camat

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, yang memimpin jalannya kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Baca juga: Wali Kota Wesly Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Pansus LKPJ Wali Kota, Pokir DPRD, dan Ranperda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal

Sebagai Komandan Upacara diemban oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Akbar Putra Siregar, dan Perwira Upacara dipegang oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Albert R. Saragih.

Seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan rapi dan berjalan sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan. Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.

Peringatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora, Staf Ahli Bupati, para Asisten, pimpinan satuan kerja perangkat daerah, para Camat, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Simalungun, yang menunjukkan kesatuan tekad untuk melaksanakan amanah pemerintahan dengan sebaik-baiknya.

 

Upacara dibuka dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh semangat dan penghayatan. Sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama, dilaksanakan pula sesi hening cipta yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara.

Selanjutnya, disampaikan penjelasan mengenai sejarah perjalanan otonomi daerah di Indonesia yang dibacakan oleh Kepala Bagian Pemerintahan, Amon Carles Sitorus, sehingga seluruh peserta upacara dapat memahami makna dan latar belakang pentingnya penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simalungun membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momen yang tepat untuk memperkuat komitmen serta peran seluruh unsur pemerintahan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

Otonomi daerah, merupakan sarana yang sangat penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mengangkat taraf kesejahteraan rakyat di seluruh penjuru tanah air.

Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini memiliki makna mendalam, yang menggambarkan kemampuan daerah untuk berdiri mandiri sekaligus memikul tanggung jawab dalam mengelola segala potensi dan sumber daya yang dimiliki.

Melalui pengelolaan yang tepat, seluruh daerah diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan Asta Cita, yang menjadi gambaran harapan dan cita-cita besar bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah untuk senantiasa menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul baik dari dalam negeri maupun skala global.

Tantangan tersebut mencakup upaya menjaga ketahanan pangan, menciptakan stabilitas ekonomi, menangani dampak perubahan iklim, serta mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang berlangsung dengan sangat cepat.

 

Memasuki usia yang ke-30 tahun, pelaksanaan otonomi daerah telah memberikan berbagai capaian berharga yang menjadi dasar dan pijakan kuat bagi langkah ke depan. Capaian ini harus terus dikembangkan dan ditingkatkan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan semakin optimal dan layanan kepada masyarakat semakin baik, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika dan tantangan yang terus berkembang.

“Berbagai tantangan dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi, namun dengan kerja sama yang baik serta keselarasan langkah antara pemerintah pusat dan daerah, saya yakin kita mampu melewatinya dengan hasil yang memuaskan,” tegas Mendagri dalam sambutan tersebut.

Mendagri juga menekankan pentingnya mempererat hubungan kerja dan kerja sama antar berbagai tingkatan pemerintahan agar setiap kebijakan yang disusun dapat dilaksanakan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang nyata di lapangan. Sinergi yang efektif membutuhkan kesepahaman yang sama mengenai tujuan dan prioritas pembangunan, yang seluruhnya berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga harus menjadi mitra aktif yang ikut merancang langkah-langkah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di daerahnya masing-masing, sehingga kemajuan dapat dirasakan secara adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga mengingatkan agar seluruh kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan hari penting seperti ini, senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan penghematan dalam penggunaan anggaran. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang mengharapkan agar seluruh kegiatan diselenggarakan secara sederhana, tidak berlebihan, serta tidak hanya bersifat seremonial belaka.

Seluruh sumber daya yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap menjaga efektivitas kerja dan manfaat yang diberikan. Setiap rupiah anggaran yang digunakan harus benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat, serta dihindari segala bentuk pemborosan yang tidak memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan rakyat.

“Semoga semangat yang terkandung dalam pelaksanaan otonomi daerah senantiasa menjadi pendorong bagi kita semua untuk terus berusaha mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tutup sambutan tersebut.(Harianto Girsang)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online