SIMALUNGUN – Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun kembali membuktikan ketangguhannya di lapangan. Sinergi kilat antara warga yang sigap memanfaatkan
Call Center 110 dan gerak cepat tim elite kepolisian sukses menggagalkan aksi pencurian anak lembu pada Selasa, 12 Mei 2026. Dua pelaku spesialis pencuri ternak berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti.
Baca juga: Kajati Pimpin Upacara Peringatan HUT Persaja Ke-75, Perkuat Soliditas Dan Integritas Insan AdhyaksaKasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa sore pukul 14.52 WIB. Dirinya menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Unit Jatanras dalam menjaga kamtibmas. Pasukan ini selalu siap bergerak memburu pelaku kriminal di seluruh wilayah hukum Polres Simalungun tanpa kenal waktu.
Baca juga: Berhasil Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Simpang Empat Amankan Pengedar Sabu"Unit Jatanras adalah ujung tombak kami dalam menyapu bersih kejahatan jalanan dan pencurian ternak. Begitu sinyal laporan 110 berbunyi, tim langsung tancap gas bersama Polsek Dolok Batu Nanggar menuju lokasi. Nol penundaan, karena bagi kami kecepatan adalah kunci utama," ujar AKP Verry Purba dengan nada tegas.
Baca juga: Kejari Tulang Bawang Bongkar Dugaan Korupsi Dana APBN di Bawaslu, Dua Pejabat Langsung DitahanDrama pencurian ini bermula sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan perkebunan PTPN IV Unit Laras, Huta II Nagori Tumorang. Seorang penggembala bernama Supriadi (50) menaruh curiga pada sebuah mobil sedan hitam bernomor polisi BK 1271 XO yang parkir di area sepi. Kecurigaannya terbukti saat dua pria turun dari mobil, menangkap paksa seekor anak lembu milik warga bernama Jumian, lalu menjebloskannya ke dalam bagasi.Melihat aksi nekat tersebut, Supriadi langsung memanggil rekannya, Surianto, untuk melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor. Kejar-kejaran sengit terjadi hingga batas wilayah Silinduk dan Gunung Maligas. Meski Supriadi sempat berteriak histeris memicu perhatian warga, para pelaku justru semakin nekat menginjak gas dan melesat dalam kecepatan tinggi.
Baca juga: 290 Tersangka Kasus Kejehatan Jalanan Praktek Perjudian,Premanisme dan Narkoba di Gass Polrestabes MedanPelarian ugal-ugalan tersebut akhirnya berujung petaka di Simpang Pasar Baru Sigagak. Mobil sedan pelaku hilang kendali dan menghantam sepeda motor Yamaha Vixion BK 5905 TAY hingga berhenti total. Warga yang berang langsung mengepung mobil dan mengamankan kedua pelaku, yang sempat menjadi sasaran amuk massa di lokasi kejadian.Melihat situasi memanas, seorang warga bernama Muhammad Husnul Salam langsung menghubungi
Call Center 110 pada pukul 09.29 WIB. Merespons laporan darurat tersebut, Kanit Jatanras IPTU Ivan Purba, S.H., bersama Kapolsek Dolok Batu Nanggar AKP Gunawan Sembiring langsung memimpin belasan personel pilihan menerobos kemacetan menuju TKP."Begitu tiba di lokasi, prioritas utama kami adalah mengendalikan situasi. Kami langsung menenangkan warga dan mengimbau secara tegas agar tidak ada lagi aksi main hakim sendiri," jelas Kapolsek Dolok Batu Nanggar, AKP Gunawan Sembiring.Identitas kedua pelaku diketahui bernama Surono (49), seorang petani asal Gunung Malela, dan Hendra Syahputra, wiraswasta asal Dolok Batu Nanggar. Mengedepankan prosedur hukum yang humanis, polisi langsung mengevakuasi kedua pelaku ke Puskesmas Tapian Dolok untuk mendapatkan perawatan medis sebelum diperiksa lebih lanjut.Satu unit mobil sedan hitam dan seekor anak lembu milik korban kini telah disita sebagai barang bukti utama. Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif untuk membongkar kemungkinan adanya sindikat pencurian ternak yang lebih besar di wilayah tersebut."Kasus ini akan kami usut sampai ke akar-akarnya. Kami tidak akan berhenti pada dua ekor kelas teri ini. Jika ada jaringan besar di belakang mereka, dipastikan akan kami sikat habis," tutup AKP Verry Purba dengan optimis.(Harianto Girsang)
Bagikan: