JAKARTA -- Influenza A kembali menjadi perhatian di Indonesia setelah aktivitasnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Harga Emas Antam Naik Tipis Lagi, 1 Gram Tembus Rp2.655.000Kenaikan kasus terlihat di sejumlah daerah, termasuk Kota Bandung yang mencatat lonjakan kunjungan ke fasilitas kesehatan.
Baca juga: 5.346 Perusahaan Jepang Bangkrut, Tekanan Terberat pada UKMDikutip dari media CNBC Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam menyatakan kasus influenza di Bandung memang meningkat.
Baca juga: APKOMINDO dan APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, Mendorong Indonesia Menjadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital DuniaSecara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat aktivitas influenza naik pada periode Agustus-September 2026.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Turun, Cek Harga Terbaru dan Rincian BuybackHasil surveilans minggu ke-38 menunjukkan positivity rate mencapai 56 persen.Dari 265 spesimen yang diperiksa, 148 dinyatakan positif influenza.Virus yang paling dominan adalah Influenza A(H1N1)pdm09.Meski naik, Kemenkes menilai aktivitas di puskesmas masih kategori sedang, sementara di rumah sakit masih rendah.Peningkatan ini masih sejalan dengan pola musiman influenza di Indonesia.Influenza A bukan virus baru. Virus ini telah beredar di manusia selama lebih dari satu abad dan beberapa kali memicu pandemi besar.Pada 1918-1919, Spanish Flu yang disebabkan Influenza A(H1N1) menginfeksi sekitar 500 juta orang atau sepertiga populasi dunia saat itu.Korban meninggal diperkirakan 20 hingga 50 juta jiwa, lebih banyak dari korban Perang Dunia I.Virus influenza baru berhasil diidentifikasi pada 1933 oleh peneliti Inggris.Vaksin influenza mulai dikembangkan pada 1940-an.Pada 1957, Asian Flu akibat H2N2 menyebabkan 1 hingga 4 juta kematian di seluruh dunia.Satu dekade kemudian, Hong Kong Flu 1968 yang dipicu H3N2 juga menewaskan 1 hingga 4 juta orang.Virus H3N2 terus beredar hingga sekarang.Pada 2009, H1N1 pdm09 atau flu babi memicu pandemi abad ke-21 dengan 100.000 hingga 400.000 kematian di tahun pertama.Virus itu kini menjadi bagian influenza musiman dan justru mendominasi temuan di Indonesia saat ini.Masyarakat diminta tetap waspada, terutama kelompok rentan, meski situasi belum masuk kategori mengkhawatirkan.(Drt/Red)
Bagikan: