Bandung -- Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Pengurus Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, menantang para pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang profesi untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.
Baca juga: Peduli Kesehatan Warga, Lurah Sidodadi Hendra Kurniawan ST Turun Langsung Bagikan Masker di Jalan HM YaminIswara menilai, keberagaman latar belakang pengurus, mulai dari birokrat, pengusaha, hingga kalangan perbankan, merupakan modal besar untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatasi berbagai persoalan pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Baca juga: Rotasi Pejabat Utama, Polrestabes Bandung Gelar Sertijab Kasatlantas dan KasatbinmasTantangan tersebut disampaikan Iswara
usai pengukuhan pengurus IKA Unpad Pengprov Jabar periode 2026-2023 di DPRD Jabar, Minggu 18 Oktober 2026.
Baca juga: Pemkot Bandung Siap Kolaborasi dengan PSSI Jabar, Farhan: Pembinaan Harus Optimal dan BerkelanjutanIswara, dalam keterangannya mengatakan kolaborasi antara IKA Unpad dan pemerintah daerah harus mampu menghasilkan dampak terukur, salah satunya melalui peningkatan indikator kinerja pembangunan manusia di Jawa Barat.
Baca juga: Kodim 0203/LKT Bangun Jembatan Beton di Kuala Langkat, Progres Capai 10 Persen"Iya, tadi saya selaku ketua, kami para pimpinan, ya, bersama Sekjen dan Bendum menantang para pengurus IKA Unpad yang dari berbagai latar belakang. Tadi kan ada kepala dinas, ada pengusaha, komisaris bank jabar di dirut di dirut di bank pun ada masuk, kemudian Kadis, ada semua stakeholder rasanya ada," kata Iswara.Iswara yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar itu juga berharap, potensi keahlian dan jaringan yang dimiliki para alumni dapat disinergikan dengan program-program pemerintah sehingga memberikan daya ungkit terhadap pembangunan daerah."Ini rasanya ini, rasanya kalau kita ikut membantu program-program pemerintah Jawa Barat, setelah kita berkomunikasi dengan baik, ya, rasanya harusnya sudah harusnya ada daya ungkit. Harusya daya ada daya ungkit, ada kenaikan indikator kinerja," jelas IswaraIswara dalam keterangannya menegaskan, peningkatan IPM harus menjadi salah satu fokus utama kontribusi IKA Unpad Jabar. Ia bahkan menantang para pengurus untuk mendorong posisi Jawa Barat naik dalam indikator pembangunan manusia."Makanya tadi saya tantang, Jawa Barat harus naik karena ukuran pemerintah sekarang dari Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia/IPM), ya, mari IPM dulu kita kita genjot. Tahun ini berapa, misalnya, kita ke 14, tahun depan harus ke 10, misalnya, tahun depan 3 tahun ke depan harus ke nomor 9," kata Iswara.Iswara , dalam keterangannya menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam peningkatan IPM, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.Pada sektor pendidikan, upaya peningkatan dapat diarahkan pada rata-rata lama sekolah serta persoalan ketenagakerjaan. Sementara di sektor kesehatan, penanganan stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi menjadi sejumlah indikator yang perlu diperhatikan.Adapun peningkatan daya beli masyarakat juga perlu didorong agar pembangunan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.Iswara dalam bagian lain keterangannya mengatakan, program kerja IKA Unpad Jabar ke depan akan diarahkan untuk mendukung peningkatan IPM beserta berbagai indikator turunannya.Antisipasi Karhutla dan BencanaSelain berkontribusi dalam pembangunan manusia, IKA Unpad Jabar juga menyiapkan langkah untuk membantu penanganan persoalan lingkungan dan kebencanaan yang membutuhkan perhatian segera.Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul indikasi kemunculan titik panas di sejumlah wilayah Jawa Barat.Iswara menyebutkan, kawasan Pegunungan Ciremai serta Gunung Gede Pangrango menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian. Untuk mengantisipasi potensi tersebut, pihaknya berencana menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan melibatkan para pakar."Kita mungkin dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa OPD terkait, kita mengundang para pakar karena sudah ada indikasi Jawa Barat pun sudah rawan. Sudah ada sudah ada indikasi beberapa titik panas di beberapa daerah sudah terlihat, khususnya di Pegunungan Ciremai dan Gunung Gede dan Pangrango," jelasnya.Menurut Iswara, potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang juga perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan dan perkebunan.Selain karhutla, IKA Unpad Jabar akan mendorong mitigasi bencana longsor seiring dengan datangnya musim hujan. Koordinasi dengan OPD terkait dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga direncanakan untuk membahas langkah antisipasi.Targetkan Kepengurusan di 27 Kabupaten/KotaUntuk memperluas kontribusi alumni, Iswara juga menargetkan pembentukan kepengurusan IKA Unpad di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.Saat ini, kepengurusan IKA Unpad di tingkat kabupaten/kota baru terbentuk di enam daerah. Dalam enam bulan ke depan, pihaknya menargetkan seluruh 27 kabupaten/kota memiliki kepengurusan masing-masing."Iya, hari ini yang terbentuk itu baru 6. Nah, kami targetkan dalam 6 bulan ini 27 kabupaten/kota sudah terbentuk alumninya," ungkapnya.Iswara menjelaskan, sejumlah daerah selama ini masih tergabung dalam satu kepengurusan berdasarkan wilayah aglomerasi. Ke depan, IKA Unpad Jabar akan menerbitkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk operasional (PO) agar setiap kabupaten dan kota memiliki kepengurusan tersendiri.Menurutnya, pemisahan kepengurusan diperlukan karena setiap daerah memiliki struktur pemerintahan dan DPRD yang berbeda sehingga membutuhkan pola kemitraan yang lebih efektif.Ia menambahkan, IKA Unpad Jabar tidak hanya berorientasi pada penguatan komunikasi ant alumni, tetapi juga berkomitmen mendukung kemajuan almamater dan pembangunan daerah."Ya, jadi sekali lagi, IKA Unpad Pengprov Jawa Barat hadir, ya, untuk eh siap untuk yang pertama, tentunya selain menjaga komunikasi di antara para alumni, kita juga akan membantu universitas untuk bisa mencapai eh level ranking 300 di World Class University, di 300 ranking dunia. Yang ketiga, kita siap hadir dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ya, itu di mana daerah di tempat tinggal dan berdomisili," pungkasnya.Iswara mengungkapkan, dari sekitar 320.000 alumni Unpad, sebanyak 96.700 orang berdomisili atau bekerja di Jawa Barat. Besarnya jumlah alumni tersebut menjadi potensi strategis untuk mendukung program pembangunan pemerintah daerah sekaligus memperkuat kontribusi IKA Unpad di tingkat nasional.(Nr)
Bagikan: