SAMOSIR – Pengungkapan 1,16 ton narkoba di Selat Malaka menjadi momentum untuk memperkuat perang terhadap peredaran narkoba di Sumatera Utara. Kepolisian bersama pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menegaskan komitmen untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dari narkoba.
Baca juga: Silaturahmi Pemuda Gereja, GAMKI Siapkan Apel Kebangsaan di SiantarKomitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers secara daring melalui Zoom yang digelar pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh Polres se-Sumatera Utara, termasuk Polres Samosir, serta dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol.Sonny Irawan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Baca juga: Di Bawah Kepemimpinan Wali Kota Wesly, Pematangsiantar Kembali Raih Predikat Informatif Di Kabupaten Samosir, konferensi pers berlangsung di Aula Polres Samosir dan dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir, AKBP Rina Tarigan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, berbagai elemen masyarakat, serta wartawan yang bertugas di Kabupaten Samosir.
Baca juga: Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat KoordinasiDalam kegiatan itu, kepolisian bersama masyarakat mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba di seluruh wilayah Sumatera Utara.Deklarasi tersebut mencakup tiga komitmen utama, yakni menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba, memperkuat kolaborasi dalam pemberantasan narkoba melalui langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, dan rehabilitatif, serta mewujudkan Sumatera Utara yang bebas dan bersih dari narkoba.
Baca juga: Kodim 0212/TS, Pembangunan Jembatan Gantung di Tapanuli Selatan Capai Progres 39,40 PersenDalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa Sumatera Utara berada di peringkat pertama dalam peredaran narkoba secara nasional. Ia meminta Kapolda Sumatera Utara beserta seluruh jajaran kepolisian meningkatkan upaya pemberantasan agar Sumut tidak lagi berada di posisi teratas dalam peredaran narkoba.Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa Sumatera Utara tidak hanya berada di peringkat pertama dalam peredaran narkoba, tetapi juga menempati posisi teratas dalam penanganan kasus narkoba.Pada kesempatan tersebut, setelah selesai Zoom, Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan dan elemen masyarakat yang telah hadir serta menunjukkan kepedulian terhadap upaya pemberantasan narkoba.Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya mengandalkan kepolisian.Kapolres Samosir bersama seluruh jajarannya berkomitmen memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Samosir. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, ia mengajak masyarakat agar tidak tinggal diam dan bersedia bekerja sama dengan kepolisian dalam mencegah serta mengungkap peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Kepedulian warga, keberanian melaporkan aktivitas mencurigakan melalui saluran resmi, serta sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.Melalui deklarasi bersama ini, Polres Samosir berharap semangat pemberantasan narkoba dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dan kerja sama yang berkelanjutan.(Jst)
Bagikan: