PEMATANGSIANTAR --- Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely me-Launching Pembayaran Retribusi Pasar menggunakan QRIS Bank Sumut. Sekaligus serah terima plang usaha kepasa pedagang penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung IV Pasar Horas, Jalan Merdeka Kelurahan Dwikora Kecamatan Siantar Barat, Jumat (08/05/2026).
Baca juga: Penutupan Pembinaan Kader Posyandu di Tanjung Tongah, Ny Liswati Serahkan Alat Operasional Pendukung Peluncuran pembayaran retribusi pasar menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Sumut menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi di lingkungan pasar tradisional dan secara global mendukung percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Pematangsiantar.
Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ketua PKK Ny Liswati Rayakan Paskah Bersama ASN Pemko Pematangsiantar Wali Kota Wesly Silalahi yang diwakili Staf Ahli Bidang Happy Oikumenis menyampaikan, melalui sistem pembayaran non-tunai, proses pembayaran retribusi diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, aman, transparan, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada para pedagang.
Baca juga: Wali Kota Wesly Tutup MTQN ke-58 Kota Pematangsiantar, Kecamatan Siantar Martoba Juara Umum“Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya Kota Pematangsiantar memiliki visi mendorong perkembangan ekonomi dan pembangunan daerah serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Dan misi membangun manajemen profesional, meningkatkan sumber daya manusia, dan bersinergi dengan seluruh pihak,” katanya.
Baca juga: Hadir Di Muswil VII KAHMI Sumut, Bupati Simalungun Berharap Terbangun Kolaborasi Yang Kuat Dengan PemerintahSejalan dengan maksud dan tujuan tersebut, lanjutnya, akses terhadap transaksi yang cepat, aman, dan mudah sudah sepatutnya dibuka, yang bertujuan untuk tata kelola keuangan dan peningkatan pendapatan bagi PD PHJ secara transparan. Juga meningkatkan akuntabilitas pengelolaan data pedagang berbasis data dan mencegah kebocoran."Jangka panjangnya, kita pacu PD PHJ untuk menaikkan “citra-nya” menjadi pasar yang tertib, nyaman, menuju pasar yang lebih baik lagi. Kepada saudara-saudari pedagang, saat ini kita memang harus dapat adaptif dengan perkembangan teknologi, dengan kebijakan peraturan yang dinamis," sebutnya.Masih kata Happy yang mewakili Wesly, sudah seyogianya kemudahan akses pembayaran dengan non tunai, yakni QRIS, diterima dengan senang."Bapak-ibu dapat berdagang dengan tenang dan aman, ada bukti jelas pembayaran. Kita dukung percepatan akses keuangan dan digitalisasi ini dengan tujuan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan di kota ini, seperti menyuntik vitamin dalam percepatan pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.Kepada PD PHJ, diharapkan semakin baik lagi dalam memberikan pelayanan bagi pedagang, termasuk pengelolaan sarana distribusi pasar, terutama di pusat pasar pantauan, yaitu Pasar Horas. Agar dapat meningkatkan manajeman internal, dan pengelolaan keuangan yang akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.Terpisah, Pimpinan Bank Sumut Cabang Pematangsiantar Subhan Pardosi menyampaikan saat ini ada enam petugas penagih retribusi PD PHJ telah didaftarkan sebagai merchant QRIS Bank Sumut. Mereka akan bertugas melakukan pemungutan retribusi kepada sekitar 600 pedagang di Gedung III Pasar Horas.“Untuk mendukung efektivitas pelayanan, petugas dibagi menjadi dua tim, yaitu 3 orang petugas di lantai 1, dan 3 orang petugas di lantai 2,” katanya.Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan serah terima plang usaha secara simbolis kepada para pedagang penerima KUR Bank Sumut. Penyerahan plang usaha tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pematangsiantar.Diketahui, hingga saat ini realisasi penyaluran KUR Bank Sumut telah mencapai Rp3.086.000.000 yang disalurkan kepada 36 pedagang.“Ke depan, Bank Sumut juga menargetkan akuisisi QRIS kepada kurang lebih 6.328 pedagang di bawah pengawasan PD Pasar Horas Jaya sebagai upaya memperluas ekosistem transaksi digital di kawasan pasar tradisional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan, mempermudah aktivitas perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” terang Subhan.Melalui kegiatan ini, ia juga mengharapkan sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dan Bank Sumut dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung peningkatan pelayanan publik, percepatan transformasi digital, serta penguatan sektor usaha masyarakat, khususnya para pedagang pasar.Tampak hadir, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Rizky Reflizar, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pematangsiantar Ronny Dicky Wijaya Sinaga SSTP MSc, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya (PHJ) Bolmen Silalahi SP, Direktur Operasional (Dirops) PD PHJ Yusrizal Lubis, serta Koordinator Sekretariat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pematangsiantar Dessy Marly Rosaline Bakkara. (Harianto Girsang)
Bagikan: