JAKARTA -- Dunia kesehatan modern yang kini ditopang apotek dan industri farmasi besar memiliki akar panjang yang sering terlupakan.
Baca juga: Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Demensia Hingga 20 Persen, Studi JAMA Ungkap Temuan BaruSebelum antibiotik ditemukan dan sebelum apotek hadir di hampir setiap kota, manusia sepenuhnya bergantung pada alam untuk bertahan hidup.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Dua Subtipe Autisme yang Berbeda di Otak, Buka Jalan Menuju Terapi yang Lebih TepatPada Minggu, 21 Juni 2026, berbagai kajian sejarah pengobatan kembali menyoroti bagaimana tanaman menjadi fondasi awal dunia medis manusia ribuan tahun lalu.
Baca juga: Danantara: Penguatan IHSG Jadi Bukti Kepercayaan Investor terhadap Fundamental Ekonomi IndonesiaDi masa itu, ketika luka terbuka atau penyakit menyerang, tidak ada pilihan selain mencari getah pohon, daun, akar, atau minyak alami yang dipercaya mampu membantu penyembuhan.
Baca juga: Sikat Gigi Bisa Menyelamatkan Nyawa? Studi Besar Ungkap Cara Sederhana Mencegah Pneumonia Mematikan di Rumah SakitDi kawasan Timur Tengah kuno, peran tanaman bahkan melampaui sekadar obat, karena juga terhubung dengan perdagangan, ritual, hingga kehidupan spiritual masyarakatnya.Menariknya, jejak penggunaan tanaman tersebut masih terekam dalam berbagai catatan kuno, termasuk dalam kitab suci seperti Alkitab, yang menggambarkan bagaimana manusia merawat tubuh dan kesehatan mereka di masa lampau.Dilansir dari berbagai kajian sejarah botani dan catatan kuno, sejumlah tanaman disebut memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat kuno, baik sebagai obat, aromaterapi, maupun bagian dari ritual keagamaan.Tanaman-tanaman itu sebagian tumbuh di sekitar mereka, sementara sebagian lainnya harus didatangkan dari wilayah jauh melalui jalur perdagangan yang sudah terbentuk sejak ribuan tahun lalu.Salah satu yang paling dikenal adalah mur atau myrrh, getah dari pohon Commiphora myrrha yang pada masanya digunakan sebagai pereda nyeri, bahan perawatan mulut, hingga campuran minyak tradisional.Dalam catatan sejarah, mur menjadi salah satu komoditas bernilai tinggi karena manfaat sekaligus aromanya yang khas.Selain itu, minyak zaitun dari Olea europaea juga memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kuno.Tidak hanya sebagai sumber pangan, minyak ini digunakan untuk merawat luka, melembapkan kulit kering, hingga bahan campuran ramuan kesehatan tradisional.Tanaman lain yang juga disebut dalam catatan kuno adalah hisop atau Hyssopus officinalis yang dikenal sebagai tanaman aromatik untuk membantu pernapasan dan membersihkan luka.Buah ara atau Ficus carica bahkan tercatat digunakan sebagai bahan tapal dalam pengobatan tradisional pada masa kerajaan kuno.Sementara itu, kemenyan dari Boswellia sacra tidak hanya dibakar sebagai dupa, tetapi juga dimanfaatkan minyaknya dalam tradisi pengobatan untuk efek menenangkan dan antiinflamasi.Di sisi lain, mandrake atau Mandragora officinarum dikenal dalam berbagai catatan kuno sebagai tanaman dengan efek penenang yang kuat, meski penggunaannya harus sangat hati hati karena sifatnya yang berpotensi berbahaya.Ada pula Balm of Gilead yang dalam banyak literatur kuno disebut sebagai bahan penyembuh luka dan perawatan kulit yang cukup dihormati pada zamannya.Namun di antara semua tanaman tersebut, nard atau Nardostachys jatamansi memiliki kisah yang paling unik karena harus menempuh perjalanan panjang dari wilayah Himalaya sebelum sampai ke Timur Tengah.Kelangkaannya membuat nard menjadi komoditas mewah, setara dengan produk kesehatan premium dalam perdagangan modern saat ini.Sejumlah sejarawan menilai bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa sistem perdagangan obat dan bahan kesehatan sebenarnya sudah ada jauh sebelum industri farmasi modern lahir.Mur, kemenyan, dan tanaman lain pada masa itu tidak hanya dipandang sebagai obat, tetapi juga sebagai komoditas ekonomi bernilai tinggi yang diperdagangkan lintas wilayah.Semakin langka dan semakin besar permintaan, semakin tinggi pula nilainya di pasar kuno yang sudah terbentuk secara alami.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kuno tidak memisahkan secara tegas antara kesehatan, ekonomi, dan spiritualitas dalam kehidupan mereka.Satu tanaman bisa berfungsi sebagai obat, parfum, bahan ritual, sekaligus barang dagangan penting dalam satu waktu yang sama.Dari perspektif sejarah, catatan penggunaan tanaman dalam Alkitab dan peradaban Timur Tengah kuno membuka gambaran bahwa manusia sejak lama telah membangun hubungan erat dengan alam untuk bertahan hidup.Dan hingga kini, jejak itu masih terasa dalam dunia modern, meski telah berkembang menjadi ilmu kedokteran dan industri farmasi yang jauh lebih kompleks.(Wy/Red)
Bagikan: