DALLAS -- Duel yang digadang-gadang sebagai "final sebelum final" ternyata berakhir tanpa drama. Spanyol tampil begitu tenang, begitu matang, dan begitu dominan hingga menaklukkan Prancis 2-0 untuk memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Baca juga: Inggris Lolos dari Miami yang Menyiksa, Bellingham Jadi Pembeda saat Gilas Norwegia 1-2Malam di AT&T Stadium menjadi panggung milik La Roja. Mereka bukan hanya menang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sepak bola kolektif mampu meredam tim yang sebelumnya dikenal sebagai mesin gol paling menakutkan di turnamen.
Baca juga: Babak Pertama Norwegia vs Inggris: Bellingham Jadi Penyelamat, Skor Imbang 1-1Sebelum laga dimulai, banyak yang menjagokan Prancis. Les Bleus datang dengan modal 16 gol dan hanya dua kali kebobolan sepanjang turnamen.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Selesaikan Wawancara Awal Calon Sekjen BaruNamun, semua statistik itu seolah menguap begitu peluit pertama dibunyikan. Spanyol langsung mengambil kendali permainan dan memaksa Prancis terus mengejar bayangannya sendiri.
Baca juga: Spanyol Singkirkan Belgia dan Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026, Mikel Merino Kembali Jadi PahlawanLa Roja memang tidak terburu-buru menyerang. Mereka sabar mengalirkan bola, menguasai tempo, dan perlahan membuat para pemain Prancis kehilangan ritme.Hingga menit ke-15, peluang berbahaya memang masih minim. Meski begitu, Spanyol sudah menunjukkan siapa yang memegang kendali lewat dominasi penguasaan bola.Momentum pertandingan akhirnya datang pada menit ke-22. Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di dalam kotak penalti, membuat wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, penyerang Spanyol itu menaklukkan kiper Prancis dan membawa La Roja unggul 1-0.Gol tersebut mengubah arah pertandingan. Kepercayaan diri Spanyol semakin tinggi, sementara Prancis justru terlihat kehilangan ketenangan.Belum sempat bangkit, Les Bleus kembali mendapat pukulan telak. Bek andalan William Saliba mengalami cedera dan terpaksa meninggalkan lapangan sebelum babak pertama usai.Absennya Saliba membuat lini belakang Prancis semakin rapuh. Didier Deschamps harus memutar otak lebih cepat dari yang direncanakan.Babak pertama ditutup dengan keunggulan Spanyol. Yang lebih mengkhawatirkan bagi Prancis, mereka nyaris tidak mampu menciptakan peluang bersih untuk mengancam gawang Unai Simon.Memasuki babak kedua, Deschamps mencoba mengubah keadaan. Pergantian pemain dilakukan demi menambah tenaga dan kreativitas di lini tengah maupun lini depan.Namun, semua upaya itu justru dibalas Spanyol dengan pukulan yang lebih keras.Pada menit ke-65, Pedro Porro mencetak gol yang bisa disebut sebagai penutup pertandingan. Berawal dari kerja sama cepat dengan Dani Olmo, sang bek kanan menyelesaikan peluang dengan penyelesaian akhir yang luar biasa.Skor berubah menjadi 2-0. Sejak saat itu, jalan menuju final mulai terbuka lebar bagi Spanyol.Prancis mencoba merespons dengan memasukkan beberapa pemain segar, termasuk Desire Doue. Sayangnya, tidak ada perubahan berarti.Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise yang sebelumnya tampil luar biasa sepanjang turnamen justru tenggelam di bawah disiplin pertahanan Spanyol.Les Bleus kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Sepanjang pertandingan, mereka nyaris tidak pernah benar-benar memaksa Unai Simon melakukan penyelamatan besar.Sebaliknya, Spanyol bahkan hampir menambah keunggulan. Lamine Yamal sempat membobol gawang Prancis, tetapi gol tersebut dianulir karena posisi offside.Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan. Prancis tersingkir dengan cara yang jauh dari harapan, sementara Spanyol melaju ke final dengan kemenangan yang sangat meyakinkan.Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kekuatan terbesar La Roja bukan terletak pada satu atau dua pemain bintang. Tim asuhan Luis de la Fuente kembali menunjukkan bahwa organisasi permainan, disiplin, dan kerja sama kolektif adalah senjata utama mereka.Meski demikian, satu nama tetap mencuri perhatian. Pedro Porro tampil luar biasa sepanjang laga, bukan hanya karena golnya, tetapi juga kontribusinya di kedua sisi lapangan.Bersama Marc Cucurella, Porro menjadi pemain dengan nilai tertinggi versi Flashscore. Penampilannya menjadi simbol dominasi Spanyol atas Prancis di semifinal ini.Kini, La Roja tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah mereka. Di partai final, Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris.Jika performa seperti ini kembali ditampilkan, siapa pun lawannya wajib waspada. Sebab, Spanyol datang ke final bukan sekadar untuk bermain, melainkan untuk membawa pulang bintang kedua di jersey mereka.(Wy/Red)
Bagikan: