Samosir -- Di tengah kekayaan adat Batak, terdapat sebuah istilah yang unik dan sarat makna, yaitu "Haha ni harajaon, anggi ni partubu" dan "Anggi ni harajaon, haha ni partubu." Istilah ini tidak berlaku untuk semua orang Batak, melainkan hanya dalam keadaan tertentu.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Afia Dimulai, Satgas Bakti TNI Kebut Pekerjaan Demi Akses WargaKondisi tersebut terjadi ketika seorang pria memiliki dua istri. Namun, tidak semua keluarga dengan dua istri menggunakan istilah ini. Sebutan tersebut hanya muncul apabila istri kedua lebih dahulu melahirkan seorang putra, sedangkan istri pertama baru kemudian melahirkan putra.Dalam adat Batak, anak laki-laki yang lahir lebih dahulu dari istri kedua tetap dihormati sebagai haha ni partubu (abang berdasarkan urutan kelahiran). Sementara itu, putra dari istri pertama, walaupun lahir belakangan, tetap memiliki kedudukan sebagai haha ni harajaon, yaitu abang dalam kedudukan adat atau pewaris garis utama keluarga.
Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual Ponpes NTB, LPA Ungkap 20 Perkara dalam Empat TahunKarena itulah, anak dari istri pertama akan memanggil anak istri kedua sebagai haha ni partubu, sebab ia memang lebih dahulu lahir. Sebaliknya, anak dari istri kedua memanggil anak istri pertama sebagai haha ni harajaon, karena menurut adat, dialah pewaris utama dari garis istri pertama.Tradisi ini menunjukkan betapa bijaksananya tata nilai masyarakat Batak. Adat mampu menempatkan hak berdasarkan kelahiran dan hak berdasarkan kedudukan adat secara seimbang. Anak yang lahir lebih dahulu tetap memperoleh penghormatan sebagai abang dalam urutan kelahiran, sementara anak dari istri pertama tetap dihormati sebagai penerus garis utama keluarga.
Baca juga: Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan, Pemkab Simalungun Bahas Revisi RIPSKearifan seperti ini menjadi bukti bahwa adat Batak tidak hanya mengatur hubungan kekerabatan, tetapi juga menjaga keseimbangan, kehormatan, dan rasa saling menghargai di dalam keluarga. Sebuah warisan budaya yang patut dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.(Jst)
Bagikan: