11 Aug, 2026

Legislatif Jabar Catat KDMP DI Jabar Banyak Keunggulan

Indofakta.com, 2026-08-11 12:52:53 WIB

Bagikan:

Adikarya Parlemen

Baca juga: Legislatif Jabar Sampaikan Pesan Di MMS

Bandung - Salah  satu program unggulan nasional yaitu Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP) , secara bertahap sudah menunjukkan realisasinya di berbagai daerah.

Baca juga: Pemprov Jabar Himpun Gagasan Tokoh Sunda untuk Wujudkan Jabar Istimewa


KDMP di beberapa daerah, di Jabar dalam perjalanan realisasinya, sudah mempunya banyak keunggulan. " KDMP yang saat ini mempunyai keunggulan diantaranya ada di Kabupaten Sumedang" ungkap Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar Dapil Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang, Heri Ukasah Sulaeman, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Baca juga: HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia Berlangsung Meriah, DPD PRI Sumut Siap Hadapi Pemilu 2029 Mendatang

Di i Kabupaten Sumedang ungkap Heri bersamaan dengan diluncurkannya perdana program KDMP  tahun 2025, satu KDMP di Kabupaten Sumedang  yaitu  KDMP di Desa Mekar Jaya ditetapkan menjadi KDMP percontohan nasi.

Baca juga: Konektivitas Wilayah Di Kabupaten Sumedang Harus Jadi Prioritas

Penetapan KDMP menjadi percontohan Nasional, tentunya ada koperasi di Kabupaten Sumedang yang bisa berperan untuk menjalankan fungsi koperasi yaitu fungsi ekonomi melalui pengelolaan berbasis pengelolaan oleh masyarakat dengan cara bergotong royong.

KDMP Mekar Jaya di Kabupaten Sumedang, dengan ditetapkannya menjadi percontohan itu menunjukkan bahwa usaha yang dikelola oleh koperasi itu mempunyai kebermanfaatan bagi desa tersebut.

" Harapannya bagi desa lain terutama di Kabupaten Sumedang dapat mencontoh  KDMP Mekar Jaya dalam menjalankan perannya " kata    Heri.

Heri , dalam keterangannya mengatakan bagi pihak legislatif Jabar, dapat berjalan sukses di seluruh daerah, sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah.

Target tersebut, meliputi usaha yang dikembangkan dan manajemen pengelolaan untuk memfungsikan KDMP dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan.

Heri, dalam keterangannya mengatakan khusus untuk pembentukan KDMP di Kabupaten Sumedang, dari 277 Desa dan 7 Kelurahan , berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, realisasi pembangunan fisiknya kini sudah mencapai 70 hingga 90 persen.

Pencapaian pembangunan itu, tentunya menunjukkan sebagian besar Desa/Kelurahan di Kabupaten Sumedang, mendukung dan siap menyukseskan salah satu program Nasional, yaitu KDMP.

Kondisi tersebut, juga menunjukkan masyarakat di Kabupaten Sumedang mendukung keberadaan KDMP. " Kondisi itu juga terungkap dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dimana dalam kegiatan tersebut masyarakat mendukung program KDMP untuk bisa terwujud di desanya" kata Heri.

Heri, dalam keterangannya mengatakan dalam peninjauan di lapangan, bagi desa yang belum didirikan KDMP, hal yang menjadi kendala adalah lahan untuk mendirikan bangunan.

" menyikapi kondisi itu pemerintah Desa/Kelurahan harus segera berkoordinasi dengan aparat di Pemkab agar ada lahan untuk KDMP yang sudah selesai syarat administrasinya yaitu legalitas lahan" kata Heri.

Heri, dalam keterangannya mengatakan dengan berdirinya KDMP di seluruh desa diharapkan bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Harapannya KDMP, segera membuka gerai yang disesuaikan dengan potensi yang ada di masing -masing desa.

Di Kabupaten Sumedang, , sebagian besar desa mempunyai potensi unggulan di bidang agrobisnis yang meliputi padi, Ubi Cilembu dan Jagung.

Menurut Heri, dengan potensi tersebut, KDMP bisa berperan yaitu menjadi penopang mata rantai pasokan lokal,  dengan peran ini harga hasil pertanian dari petani dapat terjaga stabilitasnya sehingga dengan KDMP kesejahteraan petani dapat meningkat.

Di sisi lain, melalui KDMP, dapat juga mendukung program nasional lainnya. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis ( MBG).

KDMP, dengan difungsikan sebagai penampung hasil pertanian, seluruh hasil pertanian itu dapat digunakan untuk program MBG untuk penyediaan menu

Heri, dalam keterangannya mengatakan peran KDMP di Kabupaten Sumedang, juga dapat disinergikan dengan pengembangan UMKM. Kondisi faktual, di beberapa desa di Kabupaten Sumedang saat ini telah sudah lama berkembang.

" Dalam rangka pengembangan berikutnya,  hal yang perlu disiapkan dukungan akses permodalan serta pelatihan literasi pemasaran" ujar Heri.


Langkah teknis tersebut, salah satunya bantuan permodalan. Bantuan tersebut , berdasarkan informasi yang dihimpun, diperuntukkan bagi Koperasi Merah Putih yang ada di desa dengan  kategori desa mandiri.
" merujuk pada informasi tersebut untuk wilayah Kabupaten Sumedang fasilitasi pendanaan akan lebih banyak diperoleh pasalnya di Kabupaten Sumedang dengan jumlah desa yang di tahun 2023 mencapai 187 desa, 119 desa sudah dalan kategori mandiri " kata Heri.
Heri , dalam keterangannya mengatakan 
dilatarbelakangi oleh fakta tersebut, tentunya sebagian besar desa di Sumedang akan lebih banyak berpeluang mendapatkan bantuan permodalan sehingga Koperasi Merah Putih sangat berpeluang untuk lebih berkembang.
Pihak Legislatif Jabar,  berharap semua desa mandiri di Kabupaten Sumedang dapat difasilitasi oleh Kementerian Koperasi untuk mendapatkan dukungan permodalan.
Temukan lebih banyak
hukum
Tokoh & Masyarakat
Penegakan Hukum
" jika hal ini bisa diwujudkan Koperasi Merah Putih di desa-desa yang ada di Kabupaten Sumedang dapat segera membuat kegiatan usaha yang disesuaikan dengan potensi yang ada di desa tersebut" kata Heri.
Desa mandiri, sambung Heri secara umum mempunyai karakteristik yaitu telah mempunyai ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi berkelanjutan. Dengan kondisi itu, kesinambungan usaha koperasi untuk terus berkembang akan terus bisa dibina.
Heri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan  untuk mengembangkan usaha Koperasi Merah Putih, di Kabupaten Sumedang, salah satu usaha yang bisa dikembangkan adalah usaha yang mendukung usaha di sektor pertanian.
Usaha yang bisa direalisasikan oleh Koperasi Merah Putih di desa-desa di Kabupaten Sumedang, diantaranya usaha yang bergerak dalam distribusi pupuk.
Usaha lain, yang bisa direalisasikan bisa juga Koperasi simpan pinjam untuk mendukung kebutuhan modal untuk petani, ujar Heri.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online