11 Oct, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Bersaing di Luar Negeri

Indofakta.com, 2026-10-10 20:45:10 WIB

Bagikan:

Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya penyiapan tenaga kerja terampil melalui pendidikan vokasi guna membuka peluang kerja bagi masyarakat di pasar internasional.

Baca juga: Alami Percaloan Saat Rekrutmen Kerja? Laporkan Lewat Aplikasi Sapawarga

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).

Baca juga: Dishub Kota Bandung Pulihkan Enam APILL, Pengamanan Diperketat

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja bagi calon pekerja migran Indonesia, penguatan pelatihan keterampilan, serta pentingnya perlindungan bagi warga yang akan bekerja di luar negeri.

Baca juga: Jumat Berkah Pewarta Polrestabes Medan Terus Pererat Silaturahmi Media dan Kepolisian

Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki potensi untuk mendukung penyiapan tenaga kerja kompeten. Keberadaan perguruan tinggi, politeknik, sekolah vokasi, dan lembaga pelatihan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas calon pekerja migran.

Baca juga: Farhan Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bandung

Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap kesempatan kerja, termasuk bagi lulusan pendidikan vokasi dan warga dari keluarga berpendapatan rendah.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Bandung berharap peluang memperoleh pekerjaan yang layak semakin terbuka sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran.

Sementara itu, Christina Aryani menyampaikan bahwa peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia masih tersedia di sejumlah negara, terutama pada sektor yang membutuhkan keterampilan khusus.

Bidang pekerjaan yang berpotensi menyerap tenaga kerja antara lain pengelasan (welder), perawatan lansia (caregiver), manufaktur, dan perhotelan (hospitality). Sejumlah negara tujuan yang disebutkan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta negara-negara Eropa lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, calon pekerja migran perlu dibekali kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi sesuai persyaratan pekerjaan di negara tujuan.

Kesiapan kompetensi menjadi salah satu aspek penting agar calon pekerja mampu memenuhi kebutuhan perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kerja internasional.

Selain pelatihan, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek legalitas dan perlindungan. Proses penempatan melalui jalur resmi diperlukan untuk memastikan keberangkatan sesuai ketentuan dan memberikan akses perlindungan apabila pekerja menghadapi masalah selama bekerja di luar negeri.

Dalam pertemuan itu, pembahasan turut mencakup pengawasan terhadap lembaga pelatihan kerja yang menawarkan program penempatan ke luar negeri. Kendala terkait persyaratan jaminan sosial yang berpotensi memengaruhi keikutsertaan peserta pelatihan juga menjadi perhatian.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung bersama perangkat daerah terkait dan tim Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat akan melakukan koordinasi untuk menyelaraskan rancangan nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan vokasi, dan instansi terkait dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan memadai serta memahami prosedur penempatan yang aman dan sesuai aturan.

Pemkot Bandung berharap penguatan pendidikan vokasi dan koordinasi lintas instansi dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan di luar negeri, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan melalui penempatan kerja yang legal dan terlindungi.(Fadly/jnl/asep)

 

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online