Kota Bandung -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak pemuda tidak hanya aktif di media sosial, tapi juga peduli dan turun langsung ke masyarakat.
Baca juga: ?Menebus Batas Kepulauan, KRI Bung Karno - 369 Kawal Rupiah Menjangkau Pelosok NegriPesan itu disampaikan Farhan saat menjadi inspektur upacara Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).
Baca juga: Perkuat Penjagaan Laut Sumatera Utara, Kodaeral I dan Bea Cukai Satukan Langkah Lawan Penyelundupan?"Janganlah hanya kagum kepada flexing-flexing luar biasa di media sosial. Namun, dekatkan diri kita dengan bumi. Dengarkan suara-suara mereka yang belum mendapatkan porsi keadilan yang cukup," ujar Farhan.
Baca juga: Lepas 1.366 Atlet Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bandung Farhan Teriakkan 'Juarakeun!'Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan suku, agama, dan budaya yang beragam harus tetap hidup. Tapi bentuk perjuangannya harus disesuaikan dengan tantangan zaman.
Baca juga: Dua Korban Tewas dalam Pengeroyokan di Pasar Caringin, Farhan Soroti Keamanan WilayahTahun ini tema Sumpah Pemuda adalah Patriotik, Gigih, Berempati. Farhan menyebut tiga nilai itu harus diwujudkan pemuda dengan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.Farhan juga menekankan pendekatan humanis dalam pemerintahan."Bukan dengan wajah garang penuh represi. Bukan juga dengan pentungan tetapi dengan dialog. Musyawarah untuk mufakat adalah kunci. Kekerasan bukan pilihan," tegasnya.*Tambah Satu Poin Sumpah Pemuda: Satu Data Indonesia*Hal menarik disampaikan Farhan soal kedaulatan data. Jika 1928 pemuda berikrar satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, kini tantangannya adalah satu data."Maka sudah pada tempatnya lah bahwa kali ini bentuk patriotisme kita adalah menambah satu poin Sumpah Pemuda. Tidak hanya bertumpah darah satu Indonesia, tapi bertekad menjaga satu data Indonesia," ungkapnya.Ia menyinggung soal penyelarasan data desil 1-10 untuk bantuan sosial. Warga yang belum ter-cover data nasional akan dibantu sementara oleh Pemkot Bandung.Farhan juga minta pemuda memperkuat literasi digital agar tidak mudah terbawa emosi di ruang digital."Kita perkuat dengan literasi dan pengetahuan tentang teknologi digital yang betul-betul kita pahami. Tidak hanya sekadar mengikuti emosi dua jempol kita," katanya."Buktikan bahwa kita adalah pemuda yang patriotik, gigih memiliki empati karena sesungguhnya pemuda adalah untuk Indonesia," pungkasnya.(Fadly/jnl)
Sumber:Humas Kota Bandung
Bagikan: