Adikarya Parlemen
Baca juga: Legislatif Jabar Dukung Daerah Di Jabar Jadi Daerah Lumbung PanganBandung -- Potensi agribisnis di Jabar hingga saat ini berperan penting dan telah memberikan kontribusi yang nyata bagi keberlangsungan pembangunan perekonomian.
Salah satu sektor agrobisnis tersebut adalah sektor perkebunan,
Baca juga: Pelaku Usaha Perikanan Butuh Berbagai DukunganKini, sektor perkebunan di Jabar sudah menunjukkan kemajuan. Hal itu, ditunjukkan dengan bertambahnya pasar komoditas perkebunan, salah satunya kopi.
Baca juga: Pandangan Umum Fraksi PSI bagi 4 Raperda Baru Usulan Wali Kota BandungBerdasarkan informasi yang dihimpun, kopi asal Jabar kembali go publik, yaitu tembus ke pasar ekspor. Kini kopi asal Jabar, sudah ekspor ke Arab Saudi.Hal ini, diungkapkan Anggota Komisi 2 DPRD Jabar, Dede Kusdinar dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.
Baca juga: Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Dan Kesehatan Mental Dalam Lingkungan Kerja SehatDede , dalam keterangannya mengatakan kopi asal Jabar yang saat ini sudah tembus pasar ekspor sudah menunjukkan bahwa kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan telah mempunyai keunggulan." Keunggulan ini tentunya harus dijaga melalui dukungan program strategis" kata Dede .Dede, dalam keterangannya mengatakan dalam rangka mempertahankan keunggulan kopi asal Jabar di pasar ekspor ( pasar global) produksi dan produktivitas harus terus dijaga.Dede, dalam keterangannya mengatakan kopi asal Jabar yang saat ini sudah tembus ekspor berdasarkan informasi yang dihimpun berasal dari Kabupaten Bandung.Harapannya, daerah lainnya yang juga mempunyai komoditas unggulan kopi salah satunya Kabupaten Garut, juga bisa menciptakan kualitas kopi sehingga tembus di pasar global.Dede, dalam bagian lain keterangannya mengatakan hal lain yang harus menjadi perhatian dalam rangka mempertahankan keunggulan kopi, hilirisasi komoditas perkebunan, penguatan regenerasi petani serta dukungan fasilitasi benih unggul komoditas perkebunan harus menjadi program strategis yang terus berjalan secara berkesinambungan." Dukungan permodalan juga harus menjadi perhatian sehingga dukungan berbagai pihak seperti lembaga perbankan itu menjadi keharusan terutama bagi petani kopi yang sukses mengembangkan usaha" ujar Dede (adv)
Bagikan: