SERANG -- Kunyit, bumbu dapur yang selama ini dikenal sebagai bahan utama jamu dan masakan, kembali menjadi sorotan. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi rutin rempah berwarna kuning ini berkaitan dengan penurunan tekanan darah.
Baca juga: IGEX 2026 di Ciwalk Bandung Berlangsung Sukses, APTIKNAS TECHSUMMIT Dorong Kolaborasi AI dan Ekonomi Kreatif IndonesiaKandungan utama yang berperan adalah kurkumin, senyawa dengan sifat antiradang dan antioksidan. Menurut siaran Health pada Rabu, 28 Oktober 2026, hasil-hasil penelitian menunjukkan kaitan antara konsumsi rutin kunyit dan penurunan tekanan darah, seperti dilansir Antara.
Baca juga: Dulu Kumuh Banyak Sampah, Kini Kinclong! Pasar Cijerah Bandung Lulus SNI Pertama, Ada Food Market-nyaDokter ahli pengobatan fungsional Elliot Hirshorn menjelaskan bahwa peradangan kronis berkontribusi pada perkembangan hipertensi. Para peneliti menemukan bahwa sifat antiradang kurkumin dapat membantu mengatur tekanan darah dengan cara merelaksasi pembuluh darah.
Baca juga: Pemkot Bandung Gandeng Kemenkes Bangun Central Medical Unit di Ujungberung, Target Jadi 2028Hirshorn menambahkan bahwa penebalan dan pengerasan dinding arteri akibat stres oksidatif dan peradangan seiring waktu dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Kurkumin memiliki sifat antifibrotik yang disebut dapat membantu mencegah, bahkan membalikkan sebagian dari fibrosis tersebut.
Baca juga: Soegiharto Santoso: Menko AHY Layak Raih Special Honorary Leadership Award di ASOCIO Digital & AI Summit 2026Selain itu, kurkumin juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melebarkan pembuluh darah. Sebagai antioksidan yang kuat, kurkumin disebut dapat mengurangi kerusakan pada lapisan terdalam pembuluh darah.Meski demikian, sejumlah studi klinis menunjukkan efek penurunan tekanan darah yang tidak seragam. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa suplemen kurkumin atau kunyit menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 2,69 mmHg, dengan efek yang lebih terasa pada individu yang memiliki tekanan darah tinggi sejak awal.Meta-analisis lain yang diterbitkan pada 2023 juga menyimpulkan bahwa suplemen kurkumin atau kunyit dapat memperbaiki tekanan darah sistolik sekitar 2,02 mmHg. Studi tersebut menyebut kunyit dapat dianggap sebagai metode pelengkap untuk memperbaiki tekanan darah dan fungsi endotel.Penurunan sebesar 2 mmHg mungkin terdengar kecil. Namun dalam konteks kesehatan populasi, perubahan kecil pada tekanan darah dapat berdampak pada risiko kardiovaskular jika terjadi secara konsisten.Hirshorn mengingatkan bahwa kunyit bukan pengganti obat hipertensi. Penderita hipertensi tingkat sedang hingga berat dengan risiko kardiovaskular tetap dianjurkan menjalani pengobatan sesuai standar medis.Jika ingin menambahkan kunyit sebagai pelengkap pengobatan, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan. Hal ini penting karena kunyit dapat menimbulkan interaksi obat atau masalah kesehatan lain, seperti pengenceran darah, gangguan pencernaan, dan batu ginjal.Kunyit bisa dikonsumsi sebagai bumbu masakan, minuman, atau suplemen. Namun, orang dengan hipertensi ringan, stres oksidatif, atau peradangan tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen kunyit.Di balik potensi manfaatnya, ada sejumlah hal yang perlu dicermati. Efek penurunan tekanan darah dari kunyit tidak terjadi secara instan. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2015 menemukan bahwa penurunan tekanan darah pada kelompok yang mengonsumsi kapsul kunyit mulai terlihat setelah minggu pertama, tetapi baru menjadi signifikan secara statistik pada minggu ketiga hingga keempat.Temuan itu menunjukkan bahwa konsumsi kunyit perlu dilakukan secara rutin dan konsisten untuk melihat dampaknya. Pola konsumsi yang tidak teratur kemungkinan tidak memberikan hasil yang sama.Selain itu, tidak semua orang cocok mengonsumsi kunyit dalam jumlah tinggi. Bagi mereka yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah, kunyit dapat menyebabkan tekanan darah turun lebih rendah dari yang diinginkan. Efek samping yang mungkin muncul termasuk pusing, lemas, pandangan kabur, dan rasa ingin pingsan.Kunyit juga dapat memengaruhi kerja enzim hati dan berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Karena itu, orang yang sedang menjalani pengobatan rutin perlu berhati-hati sebelum menambahkan suplemen kunyit ke dalam rutinitas harian.Hingga kini, belum ada rekomendasi dosis baku untuk penggunaan kunyit sebagai pelengkap pengobatan hipertensi. Penelitian yang ada masih bervariasi dalam hal dosis, durasi, dan formulasi kurkumin yang digunakan.Yang perlu dipahami, hipertensi adalah kondisi multifaktor. Pola makan, aktivitas fisik, stres, kualitas tidur, dan faktor genetik semuanya berperan. Kunyit hanya salah satu bagian kecil dari gambaran yang lebih besar.Masyarakat disarankan tidak menggantungkan diri pada satu bahan alami untuk mengendalikan tekanan darah. Perubahan gaya hidup secara menyeluruh tetap menjadi fondasi utama, sementara kunyit dapat menjadi pelengkap yang mendukung, bukan menggantikan.(Drt/Red)
Bagikan: