Kota Bandung -- Kabar baik bagi warga Bandung. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal membangun fasilitas kesehatan super canggih bernama Central Medical Unit (CMU) di kawasan Ujungberung.
Baca juga: APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri NasionalFasilitas baru ini ditargetkan jadi pada 2028.
Baca juga: APTIKNAS Perkuat Kolaborasi Digital Asia Oseania melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, CMU ini adalah wujud sinergi pusat dan daerah untuk memperkuat layanan gawat darurat.
Baca juga: Kasus Influenza A Meningkat, Pemkot Bandung Imbau Warga Tingkatkan KewaspadaanLokasinya masih di dalam kawasan pengembangan RSUD Ujungberung, tapi bangunannya benar-benar baru.
Baca juga: Influenza A Meledak Lagi di Indonesia! Positivity Rate 56%, Sejarah Kelam Sejak 1918 yang Bikin Merinding"Bangunannya baru. Jadi lahannya baru, tetapi masih masuk dalam RSUD. Ini di luar anggaran multiyears yang sudah kita tetapkan dalam Perda. Ini dari Kemenkes langsung, untuk masyarakat Kota Bandung," ujar Farhan, Senin (26/10/2026).Skemanya, Kemenkes yang menggelontorkan anggaran pembangunan, sementara Pemkot Bandung menyiapkan lahannya.Isinya Lengkap: IGD, ICU hingga Ruang OperasiDirektur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya menjelaskan, CMU akan fokus pada pelayanan kritis dan kegawatdaruratan.Fasilitasnya akan sangat lengkap, meliputi:
- Instalasi Gawat Darurat (IGD)
- Intensive Care Unit (ICU)
- Pediatric ICU (PICU)
- Neonatal ICU (NICU)
- Hemodialisis
- Ruang operasi
- Kamar bersalinDengan kapasitas penuh, CMU ini diperkirakan mampu menangani hingga 100 pasien kritis sekaligus. Diharapkan warga Bandung tak perlu lagi dirujuk jauh ke luar kota saat kondisi kritis.RS Mata Cicendo Juga Bakal DikembangkanSelain CMU, Pemkot Bandung dan Kemenkes juga sepakat menjajaki pengembangan RS Mata Cicendo sebagai pusat rujukan mata nasional dan pusat pendidikan.Rencananya, pengembangan dilakukan lewat skema kerja sama lahan milik Pemkot, dengan pembiayaan penuh dari Kemenkes. (Jnl/Fdly)
Sumber:Humas Kota Bandung
Bagikan: