Oleh: Zuli Hendriyanto Syahrin
Baca juga: SAL yang Terombang-ambing: Ketika Dana Darurat Negara Menjadi Alat Tarik-Ulur Kekuasaan FiskalSemangat berjuang teman-teman, yang menuntut keadilan sosial, ekonomi, dan hukum untuk kita semua.Tapi jangan lupa, ada orang-orang tersayang yang merindukan di rumah. Ada ibu, ayah, anak, istri, suami, kakak, adik, yang ingin teman-teman pulang dengan selamat dan baik-baik saja.
Baca juga: Di Balik Palu 10 Tahun Nadiem: Ketika Chromebook Menjadi Perkara Negarajangan sampai kesal dan amarah jadi anarkis atau kekerasan. itu juga bukan jalan terakhir untuk wujudkan keadilan. Perjuangan itu untuk kebaikan, bukan untuk menimbulkan banyak korban.
Semua kita adalah saudara sebangsa setanah air yang perlu saling melindungi. Berjuang dengan damai itu lebih bermartabat untuk wujudkan Indonesia Berkeadilan.(Ril)
Baca juga: Amplop di Meja yang Tidak Pernah Mengaku Kosong
Bagikan: