25 Feb, 2026

Guru dan Honorer SMPN 1 Pangururan Bantah Isu Pemotongan Gaji, Sebut Video Berdar di Medsos Tak Sesuai Fakta

Indofakta.com, 2026-02-24 13:18:34 WIB

Bagikan:

Samosir, 24 Februari 2026 – Video yang beredar di media sosial melalui akun Facebook Rio Bastian yang menyatakan kepala sekolah SMP Negeri 1 Pangururan melakukan pemotongan dana sertifikasi guru dan gaji guru honorer, telah mendapatkan klarifikasi langsung dari para guru yang bersangkutan. Wartawan menemui pihak sekolah pada hari Selasa, 24 February 2026 untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Saat ditemui di kantornya, Enny Juliana Naibaho memilih untuk menyerahkan penjelasan kepada para guru yang terkait.

Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri Yatim Fest Ramadhan, Siap Beri Bantuan secara Pribadi

"Kalau saya yang memberi klarifikasi, mungkin akan dianggap pembenaran diri. Jadi lebih baik langsung ditanyakan kepada para guru yang bersangkuatan," ucapnya. Tak lama kemudian, para guru sertifikasi dan honorer berkumpul untuk memberikan penjelasan.

Para guru yang telah mendapatkan sertifikasi membantah tuduhan pemotongan dana. Menurut mereka, dana sertifikasi langsung ditransfer ke rekening masing-masing, sehingga tidak mungkin terjadi pemotongan. Di sekolah tersebut bahkan telah ada budaya berbagi secara sukarela sejak lama untuk membantu guru honorer, tanpa adanya paksaan atau perintah dari kepala sekolah.

"Kami terkejut, sedikitpun tidak ada kebenaranya. Sertifikasi kami langsung masuk ke rekening, tidak benar tuduhan itu," kata PS, salah satu guru sertifikasi.

IP, rekan sejawatnya, menambahkan, "Kami memberikan sedikit bantuan secara sukarela kepada staf yang sudah capek dan belum dapat sertifikasi, dan itu bukan atas perintah kepala sekolah."

Begitu juga dengan JS, guru sertifikasi lainnya, menjelaskan bahwa kepala sekolah tidak mengetahui tentang pengumpulan dana tersebut.

"Itu kebijakan kami sendiri. Uang yang kami kumpulkan digunakan untuk memberi tambahan kepada guru yang belum dapat sertifikasi, dan sisannya dijadikan kas bersama untuk keperluan kebersamaan seperti beli baju olah raga," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Borong Produk di Warung Ramadhan BKMT

JS juga mengungkapkan harapan agar Rio Bastian datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan informasi akurat. "Kami bekerja dengan baik, masa kok dibusuk-busukan."

RF yang merupakan guru yang bersertifikasi juga menyampaikan tanggapan  terkait video beredar tersebut.  "Kami tidak terima diburuk-burukan. Mohon agar setiap informasi terkait SMPN 1 Pangururan selalu dikonfirmasi terlebih dahulu agar akurat."

Para guru sertifikasi juga memohon bantuan untuk melawan informasi salah yang dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam mengajar, dan menyatakan siap mendampingi kepala sekolah untuk membuktikan kebenaran.

LN, yang mewakili guru honorer, menyatakan bahwa tuduhan pemotongan gaji tidak benar. "Gaji kami tidak pernah dipotong, bahkan ditambah secara sukarela dari para guru sertifikasi. Bahkan dipastikan kami tidak kelaparan."

Demikian juga dengan AS, guru honorer lainnya, mengungkapkan rasa terima kasih. "Kami sangat berterima kasih kepada para guru sertifikasi yang mau berbagi. Soal pemotongan gaji honor sama sekali tidak benar," ujarnya.

Begitu juga JN  bersama guru honorer lainya menegaskan, bahwa penggajian yang mereka terima langsung masuk ke rekening dan diterima sesuai dengan apa yang  ditandatangani.

Baca juga: Wali Kota Wesly diwakili Sekda Junaedi Sitanggang Terima Audiensi dan Unjuk Rasa HMI

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak sekolah dan para guru berharap informasi yang beredar di media sosial dapat diluruskan serta tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Namun ketika informasi  yang tidak benar terkait SMPN 1 Pangururan masih tetap disebarkan dimedia sosial, pihak sekolah SMPN 1 Pangururan akan membawa kejalur hukum.(Jst)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online