Adikarya Parlemen
Baca juga: Refleksi Akhir Tahun 2025, Cermin Perbaikan Sistim BernegaraBandung --Momentum Idul Fitri 1447 H tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadhan, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk memperkuat persaudaraan, menjaga harmoni sosial, dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat.
Baca juga: "Tanah Batak Menangis Saat Warisan Leluhur Hampir Hilang dari Pelukan Generasi Kita”Hal ini, diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, dalam keterangannya kepada media, baru-baru ini.
Baca juga: "Tanah Batak Menangis Saat Warisan Leluhur Hampir Hilang dari Pelukan Generasi Kita”Momentum Idul Fitri, ungkap Daddy harus dijadikan ruang untuk mempererat silaturahim serta memperkuat kebersamaan, terutama di tengah masyarakat Jawa Barat yang majemuk dan memiliki latar belakang beragam.
Baca juga: DIALOG WAKIL RAKYAT 1: PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAHSemangat kebangsaan penting untuk terus dirawat agar kehidupan sosial tetap berjalan rukun, damai, dan kondusif.“Idul Fitri bukan sekadar momentum spiritual setelah Ramadhan, tetapi juga menjadi saat yang sangat penting untuk memperkuat persaudaraan, menjaga harmoni, dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” kata Daddy.Warga Jawa Barat jelas Daddy selama ini memiliki tradisi hidup berdampingan dalam suasana yang rukun. Karena itu, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati perlu terus dijaga agar tidak luntur oleh berbagai dinamika sosial yang berkembang.Semangat Idul Fitri justru harus menjadi pengingat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hal yang utama.Suasana Lebaran harus menjadi momentum untuk saling mendekatkan, bukan sebaliknya menciptakan jarak di tengah masyarakat.Menurut Daddy saat ini diperlukan sikap bijak dan dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan sosial, termasuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang bernada provokatif dan berpotensi memecah belah.“Jangan sampai Idul Fitri kehilangan maknanya sebagai momentum kebersamaan. Hari raya ini harus menjadi ajang untuk mempererat silaturahim, memperkuat persatuan, dan merawat semangat kebangsaan,” kata Daddy.Jawa Barat sambung Daddy merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk besar membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai.Dalam hal ini, ia memandang peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah sangat penting dalam memberikan edukasi yang sejuk dan menenteramkan.Idul Fitri 1447 H , diharapkan benar-benar menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, merawat harmoni, dan meneguhkan kebangsaan. Dengan demikian, masyarakat Jawa Barat dapat terus menjaga tradisi toleransi dan kebersamaan sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.“Semangat Idul Fitri harus kita jadikan penguat persaudaraan, harmoni, dan kebangsaan. Dengan kebersamaan itu, persatuan bangsa akan tetap terjaga dengan baik,” ujar Daddy.(Adv)
Bagikan: