SIMALUNGUN – Genderang perang terhadap narkotika di Kabupaten Simalungun tak sekadar gertakan. Polres Simalungun di bawah komando Polda Sumut membuktikan bahwa komitmen mereka adalah aksi nyata, bukan sekadar pemanis kata. Data keras dan operasi lapangan yang tak henti-hentinya menjadi bukti otentik bahwa ruang gerak pengedar kian terjepit.
Baca juga: Jaksa Agung RI Lantik Dr. Sutikno , S.H., M.H Sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa BaratKapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.I.K., memimpin langsung
Press Release capaian Kwartal-I 2026 pada Kamis (30/4/2026). Bertempat di Aula Andar Siahaan, Mako Polres Simalungun, Pematang Raya, momen ini menjadi panggung pengumuman keberhasilan besar kepolisian dalam menyapu bersih peredaran gelap narkoba di wilayah hukum mereka.
Baca juga: Tegas! Polsek Dolok Batu Nanggar Gulung Sindikat Narkoba di SimalungunKasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa publikasi ini adalah bentuk transparansi mutlak. "Polres Simalungun tidak akan diam. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan laporan pertanggungjawaban kami. Setiap butir kepercayaan rakyat kami tebus dengan kerja keras di lapangan demi Simalungun yang bersih dari narkoba," tegasnya penuh energi.Secara statistik, prestasi Polres Simalungun melonjak drastis. Sepanjang Januari-April 2026, sebanyak 74 kasus berhasil dibongkar—naik 37% dibanding tahun lalu. Tak main-main, 91 tersangka dijebloskan ke sel. "Kenaikan angka ini adalah representasi dari setiap jaringan yang kami hancurkan dan setiap keluarga yang kami selamatkan dari jurang kehancuran," ujar AKBP Marganda dengan nada tegas.
Baca juga: Ngaku Alami Pelecehan, Petugas Kebersihan Pusat Kebugaran Tertangkap Tangan Curi Uang Member di Fitness CenterKeberhasilan ini adalah kerja kolektif. Sat Narkoba memimpin dengan 47 kasus, disusul Polsek jajaran yang kian agresif melakukan perburuan. Menariknya, volume barang bukti yang disita justru menurun—sebuah indikasi positif bahwa pasokan narkoba di Simalungun mulai "kering" dan ruang gerak para bandar semakin tercekik di lubang jarum.
Baca juga: Di Bawah Komando Robert Simatupang, Kejari Mesuji Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Hibah BawasluKejutan terjadi di sela-sela rilis. Di saat data kwartal dipaparkan, tim di lapangan justru baru saja mencokok "tangkapan panas". Rabu malam (29/4), Unit I Sat Res Narkoba menyerbu sebuah rumah di Desa Marihat Butar, Bosar Maligas. Hasilnya? Tiga pemain besar—Abay (56), Budi (40), dan Peweng (40)—tak berkutik saat diringkus dengan barang bukti 10 paket sabu siap edar.Meski satu target berinisial Rizal (DPO) berhasil meloloskan diri ke arah Batu Bara, polisi tak mengendorkan perburuan. "Tidak ada tempat persembunyian yang aman bagi perusak bangsa. Kami tidak akan berhenti, tidak ada negosiasi, dan narkoba akan terus kami babat habis sampai ke akarnya!" pungkas AKBP Marganda menutup rilis dengan pernyataan perang yang kian nyata.(Harianto Girsang)
Bagikan: