19 May, 2026

Legislatif Jabar Dorong Daerah Buat Inovasi Penguatan Pangan

Indofakta.com, 2026-05-19 05:12:25 WIB

Bagikan:

ADHIKARYA PARLEMEN

Baca juga: Kang Edwin Senjaya Tebar Bantuan Sarana Olahraga hingga Sekolah Anak Kurang Mampu di Margasari

BANDUNG —  Ketahanan pangan  menyangkut tiga hal penting. Yaitu ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan. 
Dalam UU No.18/2012  ketahanan pangan dijelaskan yaitu  kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik dari segi jumlah maupun mutunya dan juga aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

Baca juga: DPRD Jabar Dukung Penyelesaian DOB Baru

Seluruh hal itu, jika ketahanan pangan harus terwujud, daerah harus berkontribusi untuk menyukseskan penguatan pangan.

Baca juga: Rekomendasi LKPJ Gubernur Jabar Tentang Pengelolaan Aset Harus Jadi Prioritas

Hal ini, diungkapkan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar Dapil Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang, Heri Ukasah Sulaeman, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Baca juga: Legislatif Dukung peningkatan Kerjasama DPRD Jabar dan Kongres Republik Rakyat Tiongkok

Heri, dalam keterangannya mengatakan berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan dituntut untuk melakukan diversifikasi pangan. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, harus melakukan antisipasi untuk mengurangi ketergantungan pada beras.

Diversifikasi pangan harus diperluas yaitu dengan mengganti konsumsi karbohidrat dengan pangan dari jenis palawija.

Pengembangan pangan dari jenis palawija, di berbagai daerah sudah ada . Salah satunya di Kabupaten Sumedang.

Di Kabupaten Sumedang, sudah tumbuh palawija jenis ubi Cilembu. Keberadaan komoditas itu, merupakan ciri khas asal Kabupaten Sumedang, merupakan icon pangan alternatif sebagai sumber gizi yang bersumber dari jenis Karbohidrat.

Pengembangan Ubi Cilembu tersebut, kini sydah berkembang luas , berkat Ubi Cilembu kini telah memberikan manfaat luas yaitu sudah berkembang ke manfaat ekonomi.

" Pada perkembangan kekinian Ubi Cilembu telah dikembangkan untuk pembuatan produk kuliner tertentu dan ini merupakan inovasi daerah untuk mengolah pangan bernilai ekonomi" kata Heri.

Heri, dalam keterangannya mengatakan dalam penelusuran di lapangan inovasi lain Pemkab Sumedang melalui Dinas Pertanian sudah membuat terobosan yaitu memperluas areal penanaman tanaman Ubi Cilembu di luar Kabupaten Sumedang.

Inovasi itu,, merupakan langkah maju untuk memperluas program ketahanan pangan, terutama untuk mendukung peningkatan produksi pangan terutama dari jenis palawija.

" guna menyukseskan inovasi itu dibutuhkan kolaborasi lintas Pemerintah Daerah bahkan pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jabar juga dibutuhkan agar ketahanan pangan dapat diperluas " ujar Heri.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online