21 May, 2026

Komisi Kejaksaan RI Gelar “Cahaya Adhyaksa Nusantara”, Apresiasi Insan Adhyaksa Berprestasi se-Indonesia

Indofakta.com, 2026-05-21 05:12:50 WIB

Bagikan:

JAKARTA — Komisi Kejaksaan Republik Indonesia akan menggelar Malam Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, prestasi, dan integritas insan Adhyaksa dari Sabang sampai Merauke. Ajang penghargaan bergengsi tersebut mengusung tema “Cahaya Adhyaksa Nusantara” dengan visi “Transformasi Penegakan Hukum yang Humanis dan Modern”.

Baca juga: Terbukti Lakukan Suap, Pengadilan Tipikor Bandung Perberat Hukuman Penyuap Bupati Bekasi


Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Komisi Kejaksaan RI pada Rabu (20/5/2026). Konferensi pers dipimpin langsung Ketua Komisi Kejaksaan RI, Prof. Pujiyono Suwadi, didampingi Komisioner Komisi Kejaksaan RI, Nurokhman.

Baca juga: Bantaran Sungai Kejaksaan Lembah Medan Memanas, Bandar Sabu Nekat Melawan Petugas Disergap


Malam Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 19.30 hingga 21.40 WIB di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan.

Baca juga: “Lapas Pangururan Tak Lagi Ideal, Pemkab dan DPRD Samosir Jangan Tutup Mata”


Komisi Kejaksaan RI menegaskan bahwa malam penghargaan ini merupakan puncak dari rangkaian proses penilaian yang dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel oleh dewan juri melalui diskusi panjang serta pendalaman data di lapangan.

Baca juga: MPSI: Advokasi Tak Cukup Viral di Media Sosial, Harus Diperkuat Data dan Riset


“Ajang ini menjadi bentuk penghormatan negara kepada insan Adhyaksa yang telah menunjukkan pengabdian luar biasa dalam penegakan hukum, pelayanan publik, hingga menjaga marwah institusi Kejaksaan,” ujar Ketua KKRI.


Pada tahun ini, Komisi Kejaksaan RI menetapkan 10 kategori penghargaan yang terbagi dalam tiga sesi penganugerahan, meliputi:
1. Kejaksaan Tinggi Tipe A Berprestasi 
2. Kejaksaan Tinggi Tipe B Berprestasi 
3. Kejaksaan Negeri Tipe A Berprestasi 
4. Kejaksaan Negeri Tipe B Berprestasi 
5. Jaksa Eselon IV Berprestasi 
6. Jaksa Eselon V/Jaksa Fungsional Berprestasi 
7. ASN Non-Jaksa pada Kejaksaan Tinggi 
8. ASN Non-Jaksa pada Kejaksaan Negeri 
9. Kategori Posthumous, yakni penghargaan bagi insan Adhyaksa yang telah wafat namun meninggalkan jejak pengabdian luar biasa 
10. Special Award atau Penghargaan Luar Biasa sebagai anugerah tertinggi atas dedikasi sepanjang karier yang memberikan dampak besar bagi institusi Kejaksaan. 


Komisi Kejaksaan RI juga mengungkapkan bahwa konsep acara tahun ini dirancang dengan pendekatan immersive-narrative yang memadukan kewibawaan protokol kenegaraan dengan sentuhan teknologi panggung modern.


Identitas visual acara mengusung warna Emerald Green sebagai simbol institusi Kejaksaan, Platinum Gold yang melambangkan kemuliaan penghargaan, serta Deep Charcoal. Sementara elemen grafis utama bertajuk “Anyaman Digital” menjadi representasi sinergi antara kearifan lokal Nusantara dan modernisasi penegakan hukum.


Acara tersebut direncanakan dihadiri oleh anggota DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, pimpinan lembaga penegak hukum, kementerian/lembaga terkait, akademisi, tokoh masyarakat, media nasional, hingga para nominator dari berbagai satuan kerja Kejaksaan di seluruh Indonesia.


Dalam kesempatan itu, Komisioner KKRI Nurochman juga membeberkan indikator utama penilaian penerima Komjak Award 2026. Penilaian dilakukan secara berjenjang mulai dari usulan tingkat Kejaksaan Negeri, diverifikasi oleh Kejaksaan Tinggi, hingga diuji melalui parameter ketat oleh tim penilai independen.


Salah satu indikator terbesar adalah rekam jejak integritas, di mana satuan kerja yang pernah mendapatkan sanksi atau pelanggaran berat menjadi perhatian utama dalam proses seleksi. Selain itu, aspek kinerja penanganan perkara, inovasi pelayanan publik, capaian prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional turut menjadi parameter penting.


“Proses penilaian berlangsung selama satu tahun penuh. Data yang masuk kami validasi dan croscek langsung di lapangan. Kami juga melibatkan unsur eksternal dalam proses penilaian agar hasilnya benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Nurochman Komisioner KKRI.


Melalui ajang “Cahaya Adhyaksa Nusantara”, Komisi Kejaksaan RI berharap dapat mendorong lahirnya budaya kompetisi sehat, profesionalisme, serta semangat pengabdian di lingkungan Korps Adhyaksa demi terwujudnya institusi Kejaksaan yang semakin modern, humanis, dan dipercaya masyarakat. (Muzer)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online