4 Jun, 2026

DPRD Kota Bandung Dorong KNPI Batununggal Jadi Motor Penggerak Pembangunan Dan Pemberdayaan

Indofakta.com, 2026-06-03 08:58:22 WIB

Bagikan:

Bandung -- Pimpinan DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., memberikan sambutan pada kegiatan Pelantikan, Seminar Kepemudaan dan Orientasi PK KNPI Batununggal Periode 2026–2029, di Auditorium Gedung DPRD Kota Bandung, pada hari Selasa, tanggal 2 Juni 2026.

Baca juga: Menyambut Idul Adha DPD Gerindra Jabar Membagikan Daging Qurban

Acara tersebut pun turut dihadiri oleh anggota DPRD Kota Bandung lainnya yakni, H. Agus Andi Setyawan, S.Pd.I.; M. Bagja Jaya Wibawa, S.H.; Muhamad Syahlevi Erwin Apandi; Andri Gunawan, S.Ak., S.M.; Dr. dr. Agung Firmansyah, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM.; Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Bena Aji Satria; dan Camat Batununggal, Dra. Hj. Wahyu Rinjaningsih, M.M.

Baca juga: DPC Gerindra Kota Bandung Bagikan Daging Qurban

Dalam sambutannya, Toni Wijaya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Menurut Toni, amanah yang diterima bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menggerakkan potensi pemuda, memperkuat persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Komisi III DPRD Kota Bandung Terima Audiensi Warga Derwati yang Keluhkan Rencana Perluasan TPU Rancacili

"Pelantikan ini bukan hanya seremonial organisasi. Amanah yang diterima hari ini harus menjadi ruang pengabdian untuk menggerakkan potensi generasi muda dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Bapemperda DPRD Kota Bandung Bahas Usulan Raperda untuk Propemperda Tahap I Tahun 2026

Ia juga mengapresiasi seluruh proses yang telah dilalui hingga terlaksananya pelantikan dan orientasi kepengurusan. Menurut Toni, dinamika organisasi merupakan hal yang wajar, namun semangat kebersamaan, persaudaraan, dan komitmen untuk memajukan organisasi harus tetap menjadi prioritas utama.

Sebagai unsur pimpinan DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya juga menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan nyata lembaga legislatif terhadap pengembangan potensi generasi muda sebagai aset strategis pembangunan daerah.

Terlebih, Kecamatan Batununggal memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan Kota Bandung. Selain dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi yang dinamis dan kawasan permukiman yang padat, Batununggal juga memiliki potensi besar dari kreativitas generasi mudanya.

"Pemuda Batununggal tidak boleh hanya menjadi penonton dari berbagai perubahan yang terjadi. Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan, menghadirkan inovasi, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ucapnya.

Toni menjelaskan, sejumlah isu kewilayahan seperti pengelolaan sampah, ketertiban lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan UMKM kreatif memerlukan keterlibatan aktif generasi muda. Oleh karena itu, ia menilai KNPI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan.

Pada kesempatan tersebut, Toni Wijaya juga berpesan tiga hal bagi kepengurusan baru KNPI Batununggal, bahwa pertama, membangun kolaborasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa KNPI harus menjadi rumah besar bagi pemuda yang mampu menyatukan berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, dan pemangku kepentingan di wilayah Batununggal.

“Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. KNPI harus hadir sebagai jembatan yang menyatukan seluruh potensi kepemudaan,” tuturnya.

Kedua, menghadirkan program-program yang mandiri, realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurut Toni, masyarakat membutuhkan organisasi kepemudaan yang mampu memberikan solusi, memberdayakan warga, serta menciptakan ruang-ruang produktif bagi generasi muda.

Ketiga, menjadi mitra kritis sekaligus mitra solutif bagi pemerintah dan DPRD. Toni menegaskan bahwa DPRD Kota Bandung selalu membuka ruang bagi aspirasi, gagasan, dan pandangan generasi muda. Namun demikian, kritik yang disampaikan harus diiringi dengan solusi yang konstruktif.

“Pemuda harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah. Kritik yang baik adalah kritik yang mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya. (Y CHS/Hms-DPRD).

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online