SUMY -- Suara ledakan memecah malam di kota Sumy, Ukraina, ketika bom berpemandu Rusia menghantam kawasan permukiman di wilayah timur laut negara itu.
Baca juga: Australia Tersingkir Dramatis di Dallas, Mesir Lolos Lewat Adu PenaltiSerangan yang berlangsung sepanjang malam pada 3 Juli 2026 itu menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Baca juga: Argentina Tergoyah di Miami, Cape Verde Nyaris Ciptakan Sejarah Besar di Piala DuniaMenurut laporan pejabat regional, salah satu serangan jatuh dekat bangunan tempat tinggal di pusat kota, area yang biasanya dipenuhi warga yang berjalan pada sore hari.
Baca juga: Ronaldo Pecahkan Rekor Kekalahan Kroasia, Penalti dan Gol Dramatis Bawa Portugal LolosDi antara korban tewas terdapat seorang anak, sementara enam anak lainnya dilaporkan mengalami luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Baca juga: Di Balik Angka Dua Juta Korban, Ada Perang Rusia yang Makin MahalGubernur wilayah setempat menyebut total korban luka mencapai sedikitnya 27 orang. Sejumlah warga dievakuasi sementara ke asrama atau tempat penampungan darurat setelah kerusakan parah pada bangunan lima lantai di lokasi terdampak.Rekaman dari lokasi memperlihatkan lubang besar pada struktur bangunan, kaca berserakan, serta puing yang menutupi area sekitar. Tim darurat masih melakukan operasi penanganan di tengah ancaman serangan lanjutan, termasuk laporan penggunaan drone Shahed yang diarahkan ke kota tersebut.Serangan di Sumy terjadi hanya dua hari setelah serangan besar ke ibu kota Kyiv yang menewaskan puluhan orang dan merusak puluhan titik infrastruktur sipil. Gelombang serangan beruntun ini kembali menempatkan warga sipil di garis depan konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan terhadap kota-kota sipil sebagai bentuk teror yang terus berulang. Ia menyerukan peningkatan tekanan internasional terhadap Rusia agar serangan semacam ini dihentikan.Di tengah eskalasi tersebut, militer Rusia menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap serangan Ukraina ke wilayah infrastruktur di Rusia, termasuk fasilitas energi.Klaim tersebut menambah panjang siklus saling serang yang terus meluas di kedua sisi konflik.Di St. Petersburg, laporan awal juga menyebut adanya serangan drone Ukraina yang menargetkan wilayah kota terbesar kedua Rusia itu. Otoritas setempat melaporkan sejumlah drone berhasil ditembak jatuh, sementara laporan visual menunjukkan asap di sekitar fasilitas industri.Konflik yang kini memasuki tahun kelima ini menunjukkan pola serangan yang semakin luas, dengan dampak yang tidak lagi terbatas di garis depan pertempuran. Kota-kota besar, infrastruktur energi, dan kawasan sipil kini menjadi bagian dari medan perang yang terus bergeser.(Wy/Red)
Bagikan: