ADHIKARYA PARLEMEN
Baca juga: Jalan Desa Di KBB Butuh PerhatianBandung -- Jabar mempunyai potensi unggulan di sektor kehutanan..Hutan di Jabar, dengan merujuk pada data Dinas Kehutanan meliputi hutan rakyat seluas 759.320, 02 Ha dan hutan negara dengan luas 794.586, 83 Ha.
Baca juga: Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan AnggaranHutan di Jabar dengan luas mencapai ratusan hektar banyak fungsi untuk menopang kehidupan masyarakat.
Baca juga: Reza Panglima Ulung Bakar Semangat SAPMA Kota BandungHutan di Jabar, dikelompokkan dalam beberapa fungsi yaitu fungsi konservasi, lindung, produksi tetap dan produk terbatas.
Baca juga: Legislatif Dukung Pemprov Jabar Perluasan Kerjasama GlobalHutan di Jabar, dengan mempertimbangkan fungsi tersebut nampak memberikan manfaat untuk kepentingan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kondisi itu dapat terealisasi jika dikelola secara tepat.Pengelolaan hutan, di Pemprov Jabar secara teknis dikelola oleh Dinas Kehutanan saat ini telah mempunyai komitmen nyata untuk menjaga hutan memberikan manfaat dan kelestarian alam tetap terjaga.Komitmen itu, nampak dari beberapa target program di sektor kehutanan. Di tahun 2026, sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kehutanan Jabar, hal yang ditargetkan antara lain peningkatan produksi hasil hutan sebesar 5 persen, penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 22,04 persen dan indeks kualitas tutupan lahan sebesar 43,93.Pengelolaan sektor kehutanan berkenaan dengan target itu, telah ada program Leuweung Hejo ( Hutan Hijau). Penguatan program itu, saat ini diperkuat dengan terbitnya regulasi yaitu Surat Edaran Gubernur Jabar No 40 /KH 05.06 /PEREK yang sudah diterbitkan tahun 2025.Di tahun ini program tersebut dilanjutkam. Beberapa daerah salah satunya Kabupaten Bandung Barat ( KBB), " dengan mempertimbangkan perkembangan program Leuweung Hejo tentunya patut untuk diapresiasi" ungkap Anggota Komisi 2 DPRD Jabar, Tati Supriati Irwan, S. Sos, dalam keterangannya kepada indofakta, baru-baru ini.Tati, dalam keterangannya mengatakan Leuweung Hejo ( Hutan Hijau) merupakan upaya yang berkesinambungan dalam mengelola sektor kehutanan.Program Leuweung Hejo, merupakan upaya pengelolaan dari hulu yaitu pengelolaan hutan dari aspek hulu. Program itu, memfokuskan pengelolaan hutan dengan menggalakkan penanaman pohon.Seiring dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Jabar, penanaman pohon itu digalakkan secara massal.Program penanaman pohon dalam rangkaian program Leuweung Hejo, sebagai sasaran dari program itu diprioritaskan di lahan - lahan kritis." Khusus untuk di KBB program Leuweung Hejo yang menjadi fokus perhatian adalah untuk memperluas kawasan konservasi salah satunya di Kecamatan Lembang" kata Tati.Tati, dalam keterangannya mengatakan pihak legislatif Jabar mendukung sepenuhnya agar program hutan hijau ( Leuweung Hejo) dapat direalisasikan secara maksimal. Berbagai upayakan untuk mendukung program itu salah satunya edukasi publik kepada masyarakat harus terus digelorakan.Kerjasama dengan berbagai pihak , termasuk dunia usaha harus terus digelorakan. " Kerjasama dengan dunia usaha khusus untuk penanaman pohon itu bisa dialokasikan melalui dana CSR" kata Tati.Tati, dalam keterangannya mengatakan melalui program hutan hijau, kawasan hijau kian bertambah dan kerusakanc lingkungan yang diakibatkan oleh kerusakan hutan dapat dicegah.Tati, dalam keterangannya mengatakan program hutan hijau juga harus ada pengawasan. Upaya ini penting untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan akibat aksi penebangan liar hutan.Hal lain yang harus menjadi perhatian pengembangan hutan produktif yang difokuskan untuk pengelolaan hutan untuk kepentingan ekonomi tetap dijaga keberlangsungannya." Namun pengelolaannya tetap memperhatikan kondisi lingkungan hidup dari kerusakan yang ditimbulkannya " ujar Tati.(Adv)
Bagikan: