INTERNASIONAL – Mengamati burung bukan sekadar kegiatan menikmati alam. Aktivitas ini juga berpotensi membantu menjaga kesehatan otak, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Baca juga: APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri NasionalLaporan BBC Future yang ditulis Becca Warner pada 19 Oktober 2026 mengungkapkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengamati burung dapat memberikan manfaat bagi kemampuan perhatian, persepsi visual, memori, dan interaksi sosial, termasuk pada lansia dan orang dengan demensia.
Baca juga: APTIKNAS Perkuat Kolaborasi Digital Asia Oseania melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026Penelitian yang dipimpin Erik Wing dari Baycrest Academy for Research and Education di Toronto, Kanada, menemukan adanya perbedaan organisasi jaringan otak antara pengamat burung berpengalaman dan pemula.
Baca juga: Kasus Influenza A Meningkat, Pemkot Bandung Imbau Warga Tingkatkan KewaspadaanMelalui pemindaian MRI, para peneliti mengamati perbedaan pada sejumlah wilayah otak yang berkaitan dengan perhatian, persepsi visual, dan pengenalan objek. Pada pengamat burung berpengalaman, beberapa wilayah tersebut menunjukkan tingkat organisasi jaringan yang lebih tinggi dibandingkan pemula seusia mereka.
Baca juga: Influenza A Meledak Lagi di Indonesia! Positivity Rate 56%, Sejarah Kelam Sejak 1918 yang Bikin MerindingMeski demikian, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa mengamati burung secara langsung menyebabkan perubahan struktur otak atau mencegah penurunan kognitif. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami hubungan tersebut.
Bermanfaat bagi Lansia dan Pasien Demensia
Manfaat mengamati burung juga terlihat dalam kegiatan pendampingan lansia di sejumlah negara. Di Jerman, penelitian yang dipimpin Elisabeth Kals dari Universitas Katolik Eichstätt-Ingolstadt melibatkan penghuni 65 panti jompo dengan menyediakan tempat makan burung yang dapat diamati dari dalam ruangan.Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan positif pada kesejahteraan penghuni. Mereka menjadi lebih aktif secara kognitif, lebih mudah berinteraksi dengan keluarga, serta mampu mengingat dan mengenali burung yang pernah terlihat.Sejumlah perubahan, termasuk peningkatan konsentrasi dan daya ingat, dilaporkan mulai terlihat setelah beberapa minggu.Program serupa juga dikembangkan di Amerika Serikat melalui kegiatan yang menghubungkan pasien demensia dengan alam menggunakan tempat makan burung, pengenalan suara, dan pembelajaran berbagai spesies burung.
Aktivitas Sederhana dengan Manfaat Psikologis
Menurut para peneliti, manfaat mengamati burung tidak hanya berasal dari proses mengenali spesies, tetapi juga dari perpaduan perhatian, rasa ingin tahu, emosi positif, aktivitas, dan interaksi sosial.Kegiatan ini bahkan tidak harus dilakukan di alam terbuka. Mengamati burung dari jendela rumah atau melalui tempat makan burung yang dipasang di halaman dapat menjadi alternatif bagi lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.Rasa ingin tahu dan pengalaman baru juga dinilai penting untuk menjaga keterlibatan mental seiring bertambahnya usia.Meski bukan pengganti penanganan medis untuk demensia, mengamati burung dapat menjadi kegiatan pendamping yang sederhana dan mudah diakses untuk mendukung kualitas hidup lansia.(Red)
Sumber:BBC Future, Becca Warner, 19 Oktober 2026.
Bagikan: