30 Oct, 2026

Bupati Samosir Salurkan 1,25 Juta Bibit Kopi kepada 245 Kelompok Tani

Indofakta.com, 2026-10-30 12:52:37 WIB

Bagikan:

SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pengembangan komoditas perkebunan kopi sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat. Melalui sinergitas dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemkab Samosir menyalurkan 1.250.000 bibit kopi kepada 245 kelompok tani untuk pengembangan lahan seluas 1.250 hektare di sembilan kecamatan.

Baca juga: Pemkab Samosir Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Serahkan 781 SK PPPK Paruh Waktu

Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan pembagian bibit dan pelepasan truk pengangkut bibit oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Forkopimda dari halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).

Baca juga: Bupati Samosir Paparkan Potensi Desa Sabulan dalam Penilaian Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026

Turut Hadir Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro, Kasat Binmas Priston Simbolon, Danramil Pangururan, Penyedia bibit kopi CV. Alam Lestari Arman Lubis, Kelompok tani penerima bantuan.

Baca juga: Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Tim Satgas PRR: Realisasi Tambahan TKD Capai 45,81 Persen

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kawasan perkebunan yang bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026. Selain bibit, pemerintah juga memberikan dukungan pembuatan lubang tanam sebesar Rp1.170.000 per hektare dengan total lebih dari Rp1,4 miliar, serta bantuan pupuk organik cair dan granul.

Baca juga: Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Simalungun: Bangun Generasi yang Patriotik, Gigih dan Berempati

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas dukungan yang diberikan kepada petani Samosir. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud sinergitas pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan komoditas kopi sekaligus mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang pertanian.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Kita patut bersyukur karena mendapat dukungan yang cukup besar, mulai dari bibit, pupuk hingga bantuan pembuatan lubang tanam. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Vandiko.

Ia mengatakan pengembangan kopi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperluas dan memperkuat komoditas perkebunan. Karena itu, Pemkab Samosir akan berupaya memastikan program tersebut berjalan dengan baik melalui pendampingan dan pengawasan.

“Program bantuan bibit kopi ini sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden untuk pengembangan dan perluasan pertanian kopi. Karena itu, kita harus berupaya maksimal untuk menyukseskannya,” katanya.

Vandiko meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan memiliki komitmen untuk menanam, merawat dan mengembangkan bibit yang telah diberikan hingga menghasilkan. Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyiapkan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Kalau ada kendala dalam prosesnya, jangan ragu berkoordinasi dengan PPL. Pemerintah akan terus mendampingi agar bantuan ini benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi petani,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan digunakan sesuai peruntukan dan tidak diperjualbelikan. Pengelolaan bantuan akan mendapat pengawasan pemerintah bersama aparat penegak hukum.

“Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Kita ingin bantuan ini benar-benar tumbuh menjadi kebun kopi yang produktif. Pengawasan akan dilakukan, dan kita berharap seluruh kelompok tani menjaga kepercayaan yang sudah diberikan pemerintah,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita Nania Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja. Ia menyebut kelompoknya telah menerima bantuan pemerintah sejak 2022, termasuk kopi, bawang dan pupuk.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Samosir berharap pengembangan kawasan kopi tidak hanya memperluas areal perkebunan, tetapi juga meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(Harianto Girsang)

 

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online