CARACAS -- Upaya penyelamatan terus berlangsung di berbagai wilayah Venezuela setelah dua gempa bumi besar berturut-turut mengguncang kawasan dekat ibu kota Caracas. Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan, merawat korban selamat, serta mengevakuasi jenazah dari lokasi terdampak.
Baca juga: Jerman Tersingkir, Ecuador Menang 2-1 Berkat Gol Penentu Gonzalo PlataOperasi kemanusiaan semakin ditingkatkan sejak bencana terjadi pada Rabu (24/6/2026). Sehari kemudian, Kamis (25/6/2026), proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah kerusakan yang meluas.
Baca juga: Ketika perang melawan korupsi menembus lingkaran elite China dan BrasilDua gempa kuat mengguncang wilayah utara Venezuela dalam selang waktu kurang dari satu menit. Gempa pertama berkekuatan 7,2 skala Richter, kemudian disusul gempa berkekuatan 7,5 skala Richter di lokasi yang sama, yang disebut sebagai gempa terkuat di negara tersebut dalam lebih dari satu abad.
Baca juga: Prediksi Skor Ecuador vs Jerman: La Tri Terdesak, Die Mannschaft Tetap Memburu KemenanganSurvei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan bencana dengan skala seperti ini berpotensi menimbulkan korban jiwa hingga 10.000 orang. Sementara itu, jumlah korban meninggal yang dilaporkan sementara mencapai hampir 200 jiwa dan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Baca juga: Prediksi Skor Bosnia-Herzegovina vs Qatar, Duel Hidup Mati Grup B Piala Dunia 2026: Analisis Mendalam dan Data TerkiniKerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Di Bandara Internasional Simon Bolivar, puing-puing bangunan dilaporkan menimpa penumpang dan merusak sebagian terminal bandara.Wilayah La Guaira menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling berat. Permukiman padat penduduk di kawasan pantai dilaporkan rata dengan tanah setelah bangunan-bangunan ambruk akibat guncangan.Di tengah proses evakuasi, banyak warga masih berusaha mencari anggota keluarga yang terpisah sejak gempa terjadi. Seorang ibu dilaporkan kehilangan kontak dengan anaknya yang berusia delapan tahun, sementara warga lainnya menyampaikan bahwa mereka kehilangan tempat tinggal, kendaraan, hingga belum mengetahui nasib para tetangganya.Pemerintah telah menetapkan status darurat nasional menyusul bencana tersebut. Ribuan orang juga dilaporkan masih hilang, sementara tim penyelamat terus mencari tanda-tanda kehidupan di antara reruntuhan, termasuk hewan peliharaan yang ikut tertimbun bangunan.Sejumlah rekaman video dari warga memperlihatkan suara korban yang masih terjebak di bawah puing-puing meminta pertolongan. Kondisi itu menjadi bagian dari upaya pencarian yang masih terus dilakukan di sejumlah lokasi terdampak.Di sisi lain, bantuan internasional mulai berdatangan. Amerika Serikat bersama sejumlah negara lain mengerahkan dukungan untuk membantu penanganan bencana.Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan tim pencarian dan penyelamatan dari Fairfax County serta Los Angeles telah diberangkatkan sebagai bagian dari respons pemerintah Amerika Serikat. Selain personel penyelamat, pemerintah Amerika Serikat juga mengirimkan bantuan senilai 150 juta dolar AS.Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyampaikan apresiasi kepada Presiden Donald Trump dan pemerintah Amerika Serikat atas respons cepat yang diberikan, termasuk pengiriman tim penyelamat ke wilayah terdampak.Selain Amerika Serikat, sejumlah negara lain, mulai dari Meksiko hingga Spanyol, juga mengirimkan bantuan. Di tengah trauma yang masih dirasakan warga, dukungan internasional tersebut diharapkan dapat membantu percepatan proses penyelamatan dan penanganan korban.(Wy/Red)
Bagikan: