Kabupaten Indramayu -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026, pada 21 Juli 2026. Penutupan tersebut, berlaku di seluruh sekolah yang ada di Jabar.
Kegiatan penutupan diisi dengan aksi Ekologi.
Baca juga: Klarifikasi 60 Ribu Kursi PTN Kosong, Antara Angka, Persepsi, dan Masalah Akses Pendidikan TinggiKegiatan tersebut, juga berlangsung di SMAN 1, Sindang Kabupaten Indramayu.
Baca juga: SPMB Butuh PenyempurnaanKegiatan tersebut, yang dipusatkan di TMP Kabupaten Indramayu diisi dengan berbagai aksi mulai dari pembersihan sampah dan aksi penanaman pohon.Kadispora Jabar, Dr. Heri Antasari, mewakili Pemprov Jabar berkemas dengan kegiatan penutupan MPLS tahun 2026 mengatakan melalui aksi ekologi, pada diri siswa mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
Baca juga: Legislatif Jabar Dukung Sekolah MaungAksi ekologi, dengan target sasaran terwujudnya karakter Pendidikan Pancawaluya yaitu karakter yang mempunyai wawasan, pemahaman dan kesadaran kebangsaan.
Baca juga: Ijazah yang Tak Kunjung Lulus dari Politik" Salah satunya menjaga lingkungan dari gangguan yang ditimbulkannya, salah satunya kerusakan lingkungan akibat pengelolaan yang tidak tepat seperti sampah yang tidak dikelola dengan benar" kata Heri.Heri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan aksi ekologi pada kegiatan penutupan MPLS tahun 2026
juga merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.Karakter dan perilaku tersebut, dalam filosofi Bahasa Sunda terangkum dalam karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, ujar Heri.(Adv)
Bagikan: