Kabupaten Indramayu -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026, pada 21 Juli 2026. Penutupan tersebut, berlaku di seluruh sekolah yang ada di Jabar.
Kegiatan penutupan diisi dengan aksi Ekologi.
Baca juga: Purna Tugas, Jonson Gultom Tinggalkan Jejak Prestasi Pendidikan Samosir hingga Tingkat NasionalKegiatan tersebut, juga berlangsung di SMAN 1, Sindang Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Kiamat Zaman Purba Terulang di 2026? Ilmuwan Stanford: Dunia di Ambang Kepunahan MassalKegiatan tersebut, yang dipusatkan di TMP Kabupaten Indramayu diisi dengan berbagai aksi mulai dari pembersihan sampah dan aksi penanaman pohon.Kadispora Jabar, Dr. Heri Antasari, mewakili Pemprov Jabar berkemas dengan kegiatan penutupan MPLS tahun 2026 mengatakan melalui aksi ekologi, pada diri siswa mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
Baca juga: Dunia Terkejut! Remaja 18 Tahun Ini Pecahkan Rekor 300 Tahun Jadi Profesor TermudaAksi ekologi, dengan target sasaran terwujudnya karakter Pendidikan Pancawaluya yaitu karakter yang mempunyai wawasan, pemahaman dan kesadaran kebangsaan.
Baca juga: Hari Anak Nasional SD Santo Yusup Cimahi 2026: Bermain Sambil Belajar, Menumbuhkan Cinta Lingkungan Sejak Dini" Salah satunya menjaga lingkungan dari gangguan yang ditimbulkannya, salah satunya kerusakan lingkungan akibat pengelolaan yang tidak tepat seperti sampah yang tidak dikelola dengan benar" kata Heri.Heri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan aksi ekologi pada kegiatan penutupan MPLS tahun 2026
juga merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.Karakter dan perilaku tersebut, dalam filosofi Bahasa Sunda terangkum dalam karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, ujar Heri.(Adv)
Bagikan: