1 Nov, 2026

Apresiasi ASN Berprestasi, Kang Asmul Dorong Peningkatan Manfaat Layanan Bagi Masyarakat

Indofakta.com, 2026-11-01 06:13:55 WIB

Bagikan:

Bandung -- Sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung mendapat penghargaan sebagai ASN Berprestasi dan ASN Teladan Kota Bandung 2026. Dalam acara penganugerahan bertema "Mengukir Prestasi, Menebar Inspirasi, dan Melayani dengan Hati, di Hotel Grandia Bandung, pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2026 itu dihadiri Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Baca juga: Program Gentengisasi Di Jabar Harus Jadi Percontohan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung Evi Hendarin menyatakan bahwa ajang penghargaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan nyata atas kerja keras, kesungguhan, tanggung jawab, dan integritas para aparatur sipil negara.

Baca juga: Iman Lestariyono Dorong Mahasiswa Aktif Mengawal Kebijakan Publik Menuju Indonesia Emas 2045

Penghargaan ini dirancang untuk menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem kompetisi yang sehat di lingkungan birokrasi, di mana inovasi dan prestasi mendapatkan ruang seluas-luasnya untuk berkembang.

Baca juga: Legislatif Jabar Dukung Daerah Di Jabar Jadi Daerah Lumbung Pangan

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan bahwa posisi ASN di Kota Bandung sangat strategis dalam menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. ASN memegang kunci utama sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Baca juga: Pelaku Usaha Perikanan Butuh Berbagai Dukungan

"Kami yakin masih banyak orang yang menginginkan posisi seperti kita, menjadi ASN. Mungkin ribuan, mungkin ratusan ribu orang antre ingin menjadi ASN. Dan ternyata kitalah yang sekarang diberikan amanah menjadi ASN, dan tugas kita tentu saja memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ujar Kang Asmul.

Di tengah situasi ekonomi dan sosial yang penuh tantangan, kata dia, masyarakat menaruh harapan besar agar pemerintah hadir secara cepat dan responsif. Asep mengingatkan agar jajaran birokrasi di kewilayahan maupun perangkat daerah tidak menunjukkan respons yang lamban dalam menghadapi berbagai persoalan warga.

"Kami yakin hari ini situasi ekonomi dan sosial di masyarakat berat sekali. Tantangannya berat sekali dan masalah-masalah di masyarakat sangat banyak. Akhirnya, ketika mereka datang, apakah itu ke kewilayahan atau ke manapun, mereka ingin mendapatkan respon yang sangat cepat dari kita dan mereka juga ingin mendapatkan solusi. Kami tidak berharap bahwa respon kita lamban," katanya.

Untuk menjawab tuntutan zaman, para ASN didorong agar mampu keluar dari pola kerja yang monoton dan birokrasi konvensional. Transformasi menuntut keberanian untuk menghadirkan inovasi, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, serta membangun kolaborasi lintas perangkat daerah demi mengimbangi dinamika masyarakat yang bergerak cepat.

"Kita semua, ASN, harus mampu keluar dari pola kerja yang monoton, harus berani menghadirkan inovasi, memanfaatkan teknologi digital, membangun kolaborasi lintas perangkat daerah, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Jangan sampai masyarakat sudah bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, sementara birokrasi masih berjalan dengan pola-pola lama," ujarnya.

DPRD Kota Bandung juga memandang bahwa pembangunan sumber daya manusia aparatur harus menjadi agenda prioritas daerah. Penyerahan anugerah kepada ASN berprestasi dan teladan diharapkan mampu menjadi pemantik inspirasi serta motivasi bagi seluruh pegawai untuk senantiasa memberikan kontribusi terbaiknya secara berkelanjutan.

Dalam perspektif legislatif, Kang Asmul menuturkan bahwa terdapat tiga poin fundamental yang harus terus dijaga dalam membangun birokrasi unggul. Pertama adalah mengalihkan orientasi kerja dari sekadar rutinitas administratif dan kehadiran fisik menuju budaya kerja yang berorientasi pada hasil nyata.

"Setiap ASN harus memahami bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas tidak cukup diukur dari kehadiran atau aktivitas administratif, atau terlaksananya kegiatan. Yang lebih penting adalah hasil dan dampak dari pekerjaan tersebut. Apakah pelayanan semakin mudah? Apakah persoalan masyarakat dapat diselesaikan? Apakah program pemerintah memberikan manfaat nyata?" tuturnya.

Poin kedua yang menjadi sorotan adalah pentingnya memperkuat integritas dan keteladanan moral. ASN teladan dinilai bukan hanya dari prestasi teknis di meja kerja, tetapi dari bagaimana mereka menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, serta keberpihakan yang tulus pada kepentingan masyarakat luas.

"ASN teladan bukan hanya mereka yang memiliki prestasi di dalam pekerjaan, tetapi juga mereka yang mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan integritas di dalam kehidupan keseharian. Keteladanan harus terlihat di dalam kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat," kata Kang Asmul.

Ia mengingatkan kepada seluruh ASN untuk tidak sekadar menjadi pegawai yang hadir di tempat kerja, melainkan sosok yang kehadirannya benar-benar memberi arti. "Ukuran tertinggi dari pengabdian seorang ASN bukanlah seberapa tinggi jabatan yang diraih atau seberapa banyak piagam yang dikoleksi, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh kehidupan warga Kota Bandung," ujarnya. (Y CHS/Rls-HmsDPRDBdg).

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online