29 Jun, 2026

Legislatif Jabar Puji Antipasi Sektor Pertanian Menghadapi Musim Kemarau

Indofakta.com, 2026-06-28 09:38:22 WIB

Bagikan:

Adikarya Parlemen

Baca juga: Demi Menunjang Ketahanan Pangan Komoditas Peternakan Harus Ditingkatkan

KOTA BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berlangsung lebih kering dan lama. Kondisi itu tentunya menjadi ancaman untuk sektor pertanian. Pasalnya, dalam situasi tersebut, air akan berkurang sehingga mengganggu produktivitas dan produksi hasil pertanian.

Baca juga: Tanggapan Ketua DPRD Tentang Kasus Penyekapan Perempuan

Kondisi itu, harus disiapkan solusinya. Pihak legislatif Jabar melalui Komisi 2, melalui beberapa rapat kerja atau juga kunjungan di lapangan , telah melihat kesiapan dari Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dispertan Jabar.

Baca juga: Penanggulangan Kemiskinan Harus Jadi Prioritas

" memperhatikan informasi yang dihimpun dalam kegiatan itu kesiapan berikut solusi sudah disiapkan, atas hal itu layak untuk diapresiasi" ungkap Anggota Komisi 2 DPRD Jabar, Dede Kusdinar, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Dede, dalam keterangannya mengatakan Dispertan Jabar telah menetapkan target  
produksi padi sawah dan ladang pada 2026  sebesar 10,226 juta ton gabah kering giling.

Baca juga: Jabar Raih Penghargaan Wisata Ramah Muslim Berstandar Internasional Bukti Pariwisata Di Jabar Kian Maju

Target tersebut, harus disiapkan berbagai langkah strategis berupa program dan kegiatan. Salah satunya fasilitasi 
benih yang toleran terhadap kekeringan lahan.

Benih yang sudah disiapkan, sebagaimana disiapkan oleh Dispertan Jabar antara lain jenis varietas  Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpago 12 Agritan, Inpago 13 Fortiz, Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 40 Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan Agritan, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 46 GSR Tadah Hujan, Cisaat, Situbagendit, Situpatenggang, Cakrabuana, dan varietas lokal sejenisnya.

Benih bersertifikat juga sudah disiapkan untuk komoditas padi dan jagung, salah satu peruntukkannya bagi petani yang terdampak bencana kekeringan maupun percepatan tanam pada lokasi yang masih tersedia sumber airnya.

Rincian bantuannya, benih padi ibrida untuk 21.825 hektar dan benih jagung hibrida untuk 1.000 hektar," ujar Dadan, Senin (22/6/2026).

Dede, dalam keterangannya mengatakan pihak legislatif Jabar optimis gangguan kekeringan juga dapat diatasi karena adanya ketersediaan infrastruktur pengairan mulai irigasi,   pompa air,  pipa air, 
pembuatan embung, sumur dangkal dan sumur dalam.

" dengan kesiapan sarana dan prasarana tersebut diharapkan pencapaian produksi pertanian dapat tercapai sesuai target " ujar Dede.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online