26 Sep, 2026

Wali Kota Wesly Terima Penghargaan Tokoh Toleransi dari FKUB Kota Pematangsiantar

Indofakta.com, 2026-09-25 13:26:34 WIB

Bagikan:

PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, didampingi sejumlah unsur Forkopimda, menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi di Kota Pematangsiantar dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Penghargaan ini diberikan mengingat pada masa kepemimpinan Wesly sebagai wali kota, Kota Pematangsiantar berhasil meraih peringkat ke-5 dalam Indeks Kota Toleransi (IKT) dari Setara Institute pada tahun 2024, dan kemudian meningkat ke peringkat ke-4 pada tahun 2025.

Baca juga: Ketua TP PKK Ny. Liswati Menyambut Tim Evaluasi Lomba PHBS Tingkat Sumut di Kelurahan Pematang Marihat

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Silaturahmi Bersama Tokoh Lintas Agama Kota Pematangsiantar, yang diselenggarakan di rumah dinas wali kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, pada Kamis, 24 September 2026.

Baca juga: TPID dan PD Pasar Horas Jaya Mengadakan Operasi Pasar Murah, Daging Ayam Ras Dijual Rp40 Ribu per Kg

Sebelumnya, Wesly juga terpilih sebagai peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Angkatan IV Tahun 2026. KPPD Lemhannas RI Angkatan IV Tahun 2026 diikuti oleh 29 kepala daerah dari berbagai provinsi.

Baca juga: Secara Menyeluruh Tim Gabungan Bongkar Bangunan Liar di Kawasan Menara Pandang Tele

Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar. Ia menekankan bahwa silaturahmi bersama tokoh lintas agama memiliki arti yang sangat penting bagi semua pihak. Wesly menilai bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dipelihara bersama.

Baca juga: Kejari Halmahera Tengah Hidupkan Kembali Program JMS, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Wesly menjelaskan bahwa Pematangsiantar adalah kota yang kaya akan keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat. Perbedaan ini, menurutnya, bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan justru menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

"Sejalan dengan tema kita, 'Kerukunan Itu Indah Walaupun Kita Berbeda Agama Tetapi Tetap Rukun, dan Damai untuk Membangun Kota Pematangsiantar'. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat toleransi," ujar Wesly.

Pada kesempatan ini, Wesly menegaskan keinginannya agar Pematangsiantar menjadi kota di mana seluruh masyarakat, tanpa memandang agama, suku, etnis, dan latar belakang, dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.

"Oleh karena itu, prestasi Pematangsiantar sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia harus kita pertahankan dan tingkatkan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan. Dengan demikian, Pematangsiantar akan semakin rukun, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," terang Wesly.

"Semoga kebersamaan yang kita bangun hari ini membawa manfaat bagi masyarakat dan semakin memperkokoh kerukunan di Kota Pematangsiantar," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga SH, mengucapkan selamat kepada Wesly atas penghargaan Tokoh Toleransi dari FKUB. Ia menilai penghargaan tersebut sebagai sebuah pencapaian yang membanggakan.

Timbul mengemukakan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar manifestasi kebaikan hati atau sikap sopan santun, melainkan pilar fundamental dalam pembangunan bangsa. Tanpa kerukunan, pembangunan tidak akan kokoh, dan tanpa kedamaian, kemajuan tidak akan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, meskipun penting, akan rapuh jika persatuan warga terpecah.

"Kota Pematangsiantar telah membuktikan hal ini. Di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan, kita hidup berdampingan, saling menghormati, dan saling menguatkan. Hasilnya, kita meraih peringkat ke-4 sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia pada tahun 2025. Ini bukan sekadar angka atau penghargaan, melainkan bukti nyata bahwa di kota ini, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan kita semua. Ini adalah kemenangan bagi seluruh warga Pematangsiantar," ujarnya.

Sebagai Ketua DPRD, Timbul menegaskan komitmen penuh bahwa DPRD akan senantiasa menjadikan kerukunan dan toleransi sebagai landasan setiap kebijakan. Pembangunan fisik memang penting, namun pembangunan hati dan persatuan jauh lebih utama.

"Kami akan memastikan setiap warga merasa dihargai, dilindungi, dan menjadi bagian dari kemajuan kota ini tanpa terkecuali. Mari kita buktikan bahwa Pematangsiantar bukan hanya kota yang bertoleransi, melainkan kota yang membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan terbesar untuk membangun bangsa. Mari kita jaga kebanggaan ini, jaga kedamaian ini, dan terus melangkah bersama menuju masa depan yang cerah," ajak Timbul.

Senada dengan itu, Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Wesly atas penghargaan sebagai Tokoh Toleransi dan partisipasinya dalam pendidikan Lemhannas. Sebagai Kapolres yang baru menjabat di Kota Pematangsiantar, Dhana memperkenalkan diri secara singkat. Mantan Kabag Ops Polrestabes Medan ini memohon petunjuk, bimbingan, dan arahan dari seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir.

"Kami berupaya menciptakan kenyamanan dan ketertiban di Kota Pematangsiantar. Untuk itu, kami memohon arahan dan bimbingan, terutama dari Bapak Wali Kota dan Unsur Forkopimda di Kota Pematangsiantar," pintanya.

"Kami dari Polri, yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Tanpa bantuan dari Bapak/Ibu, semua tokoh yang hadir di sini, kami tidak akan berarti apa-apa. Ingatkan kami, beritahu kami untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib di kota yang kita cintai ini," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua FKUB Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis, didampingi sejumlah tokoh agama, dalam sambutannya mengajak seluruh tokoh dan Forkopimda untuk menanamkan kebersamaan dalam pikiran.

Beliau menceritakan bahwa di masa lalu terjadi kericuhan di Ambon, Sampit, Kupang, dan daerah lainnya. Banyak pihak yang memperkirakan kericuhan serupa juga akan terjadi di Pematangsiantar.

"Bahkan saat terjadi ketidakharmonisan di Tanjungbalai, orang memperkirakan hal yang sama akan muncul di Pematangsiantar. Namun, apa yang dibayangkan tidak terjadi," tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan dari Kodim 0207/Simalungun, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Pematangsiantar, para pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama (Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu), serta para camat.(Harianto Girsang)

 

 

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online